Bukittinggi, lintastiga.com- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengingatkan pentingnya menjaga Bahasa Minangkabau sebagai identitas dan karakter masyarakat Minang di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Jum’at (05/07/2026).
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Zaki pada pembukaan Seminar Kebudayaan dalam rangka International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4), Jumat (5/6), di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.
Menurut Mahyeldi, Bahasa Minangkabau tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi pilar utama yang mencerminkan adat, budaya, nilai, dan sejarah masyarakat Minangkabau. Namun, bahasa daerah tersebut kini menghadapi ancaman serius karena semakin berkurangnya penggunaan di kalangan generasi muda.
Ia menyebutkan, tanpa upaya pelestarian yang sistematis, Bahasa Minangkabau berpotensi mengalami kemunduran bahkan terancam punah dalam beberapa dekade mendatang. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga, untuk terus menggunakan dan mewariskan bahasa daerah kepada generasi penerus.
Seminar yang menghadirkan narasumber dari Indonesia, India, dan Swiss tersebut bertujuan membahas perkembangan budaya Minangkabau, khususnya terkait bahasa dan akhlak yang dinilai mulai terkikis akibat pengaruh budaya global. Pada kesempatan yang sama, panitia juga meluncurkan 100 buku karya delegasi IMLF-4, penulis Sumatera Barat, dan penulis Indonesia sebagai bagian dari rangkaian kegiatan festival.






