Bukittinggi, lintastiga.com-Kota Bukittinggi bersiap mencatat sejarah besar. Peringatan satu abad atau 100 tahun Jam Gadang dipastikan akan dihadiri tamu dari 38 negara serta perwakilan berbagai provinsi di Indonesia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga membuka mata dunia terhadap kekayaan sejarah dan pariwisata Bukittinggi.
Salah satu negara yang telah menyatakan hadir adalah Palestina. Kehadiran delegasi internasional itu akan melengkapi daftar tamu penting lainnya, mulai dari sejumlah menteri hingga Hamengkubuwono X. Bahkan, keluarga atau kerabat Ratu Wilhelmina juga dijadwalkan ikut hadir dalam rangkaian acara bersejarah tersebut.
Kepastian itu disampaikan dalam jumpa pers Pemerintah Kota Bukittinggi yang dipimpin Wali Kota Ramlan Nurmatias di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (26/5/2026).
Rangkaian kegiatan peringatan 100 tahun Jam Gadang akan berlangsung mulai 3 hingga 21 Juni 2026. Para tamu nasional dan internasional dijadwalkan mulai berdatangan pada 2 Juni 2026. Puncak acara nantinya akan ditandai dengan “Cultural Night” pada 20 Juni 2026 malam, yang diproyeksikan menjadi ajang pertunjukan budaya berskala internasional.
Pemerintah Kota Bukittinggi menggandeng International Minangkabau Literacy Festival sebagai penggerak utama rangkaian kegiatan. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan InJourney untuk memperkuat promosi wisata dan memperkenalkan Jam Gadang ke dunia internasional melalui 12 bandar udara internasional terbesar di Indonesia, media sosial, hingga videotron.
Tak hanya itu, Ikatan Alumni Universitas Andalas juga disebut turut ambil bagian menyukseskan agenda besar tersebut.
Menurut Ramlan Nurmatias, masyarakat Bukittinggi patut bangga karena Jam Gadang merupakan salah satu cagar budaya nasional yang memiliki nilai sejarah tinggi.
“Sekitar 20 kegiatan akan digelar dalam rangkaian satu abad Jam Gadang, mulai dari seminar internasional, seminar nasional, lomba fotografi, pembacaan puisi, pemutaran film budaya dari berbagai negara, fun run hingga berbagai kegiatan budaya lainnya,” ujarnya.
Selain menjadi ajang budaya, peringatan ini juga membawa misi diplomasi. Pemerintah Kota Bukittinggi dijadwalkan melakukan penandatanganan kerja sama “Sister City” dengan Kedutaan Belanda pada 6 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, Kapolresta Bukittinggi Ruly Indra Wijayanto memastikan pengamanan acara internasional tersebut telah dipersiapkan secara matang melalui koordinasi lintas instansi.
Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat serta insan pers ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Perayaan 100 tahun Jam Gadang diprediksi menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Sumatera Barat tahun ini, sekaligus momentum memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota wisata sejarah dan budaya di mata dunia.(*)






