BUKITTINGGI, Lintastiga.com- Pemerintah Kota Bukittinggi merevitalisasi jalan di kawasan Jam Gadang sebagai bagian dari penataan pusat kota untuk mendukung pariwisata dan mendorong aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di saat yang sama, pemerintah daerah juga mengkaji pengaturan lalu lintas guna mengatasi kepadatan kendaraan di pusat kota.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meninjau langsung proses perbaikan dan penataan jalan tersebut, Rabu (14/10/2026). Ia menilai, kawasan kota yang tertata dan rapi dapat menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.
Menurut Ramlan, pengembangan pariwisata perlu diiringi inovasi agar wisatawan tidak sekadar datang menikmati suasana kota, tetapi juga berbelanja dan menikmati kuliner dari pelaku UMKM.
“Kalau kota itu tidak tertata dengan baik, dengan rapi, UMKM kita tentu bergeraknya lambat,” ujar Ramlan.
Ia berharap penataan kawasan Jam Gadang dapat memperkuat daya tarik Bukittinggi sebagai kota tujuan wisata. Dengan meningkatnya kunjungan, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan ikut bergerak.
Selain revitalisasi jalan, Pemko Bukittinggi juga melakukan penghijauan dengan menanam pohon Tabebuya di sejumlah titik. Pohon tersebut diharapkan menambah keindahan kawasan perkotaan saat berbunga dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Ramlan menyebut, penataan lingkungan merupakan bagian dari upaya menghadirkan kawasan kota yang lebih menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Namun, pembenahan fisik kota juga perlu dibarengi penanganan persoalan transportasi. Menurut Ramlan, jumlah kendaraan menjadi tantangan karena ruas jalan di Bukittinggi tidak bertambah.
Pemko Bukittinggi bersama dinas terkait dan kepolisian tengah mengkaji sejumlah opsi pengaturan lalu lintas. Di antaranya, kemungkinan membuka kembali akses jalan menuju Pasar Bawah serta mengevaluasi penerapan jalur satu arah.
Ramlan menegaskan, opsi tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.
Pengaturan lalu lintas dinilai penting agar aktivitas warga, kegiatan perdagangan, dan kunjungan wisata tetap berjalan tanpa menambah beban kemacetan di pusat kota.
Upaya mengurangi kepadatan kendaraan juga dilakukan melalui program angkutan kota gratis bagi pelajar SMP. Ramlan menyebut, jumlah pelajar yang telah mendaftar program tersebut mencapai lebih dari 800 orang.
Program ini diharapkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk mengantar pelajar ke sekolah, terutama pada pagi hari.
Menurut Ramlan, pemindahan perjalanan pelajar ke angkutan kota berpotensi mengurangi kendaraan yang masuk ke pusat kota pada jam sibuk.
Melalui revitalisasi jalan, penghijauan, dan pengaturan mobilitas, Pemko Bukittinggi berupaya menata kawasan wisata sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Tantangannya, penataan tersebut perlu berjalan seiring dengan solusi transportasi yang efektif agar manfaatnya dirasakan warga, wisatawan, dan pelaku UMKM.(Nia)







