Bukittinggi, lintastiga.com-Pemerintah Kota Bukittinggi mulai memindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari kawasan pedestrian Jam Gadang ke Pasar Ateh pada Kamis (21/05/2026).
Relokasi dilakukan untuk menata kawasan wisata agar lebih tertib dan nyaman. Dari sekitar 200 pedagang yang selama ini berjualan di area Jam Gadang, sebanyak 95 pedagang sudah menempati lokasi baru di lantai I Pasar Ateh, sementara sisanya akan dipindahkan secara bertahap setelah tempat tambahan selesai disiapkan.
Proses relokasi dilakukan oleh Satpol PP bersama tim SK4 dan berjalan dengan aman serta tertib. Para pedagang tidak melakukan penolakan dan bahkan mendapat bantuan saat memindahkan barang dagangan menuju lokasi baru di dalam Pasar Ateh.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan penataan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Menurutnya, aturan yang telah disepakati bersama DPRD harus dijalankan demi menjaga ketertiban kota.
Ia menyampaikan, pemerintah tidak melarang masyarakat berdagang, namun aktivitas jual beli harus berada di tempat yang telah ditentukan. Karena itu, Pemko Bukittinggi menyiapkan lokasi baru di Pasar Ateh agar para pedagang tetap bisa berusaha dengan kondisi yang lebih tertata.
Menurut Ramlan, pemusatan aktivitas perdagangan di Pasar Ateh nantinya akan memudahkan pengunjung mencari kebutuhan. Selain kios dan toko, lapak PKL juga akan disusun lebih rapi sehingga kawasan wisata Jam Gadang terlihat lebih bersih dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan kepada pedagang yang bersedia direlokasi, pemerintah memberikan fasilitas gratis pada tahap awal penempatan di Pasar Ateh. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu pedagang menyesuaikan diri di tempat baru.
Selain penataan PKL, Pemko Bukittinggi juga mulai melakukan pembenahan di kawasan sekitar Pasar Ateh. Atap pertokoan yang menjorok ke jalan akan diganti menggunakan membran, kemudian ditambah fasilitas tangga dan kursi untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Dalam kegiatan itu, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup turut membersihkan rooftop bangunan pertokoan yang dipenuhi rumput dan lumut agar kawasan pasar terlihat lebih bersih dan rapi.
Pemerintah Kota Bukittinggi menargetkan penataan kawasan Jam Gadang dan Pasar Ateh selesai paling lambat pada 30 Mei 2026 sehingga area pusat wisata dan perdagangan tersebut dapat tampil lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.(*)






