News  

Alek Anak Nagari Bukittinggi Jadi Panggung Budaya dan Kebersamaan, Generasi Muda Tampil Penuh Semangat

Bukittinggi,  lintastiga.com- Pemko Bukittinggi menggelar  Alek Anak Nagari dengan suasana penuh warna dan semangat kebersamaan terasa kental, Kegiatan budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat itu berlangsung meriah dengan penampilan seni tradisional, arak-arakan budaya, hingga pertunjukan dari pelajar berbagai sekolah yang ikut ambil bagian memeriahkan acara. Sabtu (16/05/26).

 

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pusat kota tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, niniak mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, unsur pemerintahan, pemuda nagari, hingga ratusan masyarakat yang datang bersama keluarga

 

. Kehadiran para pelajar dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA juga menjadi daya tarik tersendiri karena mereka tampil membawakan tari tradisional, musik, Tambua, serta pakaian adat Minangkabau.

 

Alek Anak Nagari digelar sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya Minangkabau sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

 

Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran budaya bagi generasi muda agar tidak melupakan akar tradisi mereka.

 

Sejumlah sekolah di Bukittinggi terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Para siswa tampil percaya diri di depan masyarakat sambil membawa semangat kebudayaan lokal yang diwariskan turun-temurun.

 

Sorak tepuk tangan dari masyarakat menambah semarak suasana sejak pagi hingga sore hari.

Salah seorang pelajar peserta kegiatan, Nabila Putri, mengaku bangga dapat ikut tampil dalam Alek Anak Nagari.

 

Menurutnya, kegiatan seperti ini membuat anak-anak muda lebih mengenal adat dan budaya sendiri.

“Biasanya kami hanya belajar budaya di sekolah, tapi di sini kami bisa langsung tampil dan melihat banyak kesenian daerah.

 

Rasanya bangga sekali memakai pakaian adat dan tampil di depan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Rizki Fadillah, siswa SMA yang ikut dalam parade budaya. Ia berharap Alek Anak Nagari terus dilaksanakan setiap tahun karena mampu mempererat hubungan antargenerasi.

 

“Anak muda sekarang perlu ruang untuk mengenal budaya sendiri. Kalau kegiatan seperti ini rutin dilakukan, kami jadi semakin cinta dengan tradisi Minangkabau,” katanya.

 

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat dan cadiak pandai menilai Alek Anak Nagari bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Minang.

Tokoh masyarakat Bukittinggi, Dt. Maruhun Sati, mengatakan budaya tidak akan bertahan tanpa keterlibatan generasi muda.

 

Karena itu, kehadiran pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi tanda bahwa adat masih hidup di tengah masyarakat.

“Budaya Minangkabau harus diwariskan melalui kegiatan nyata seperti ini. Anak-anak harus dikenalkan langsung dengan adat, bukan hanya mendengar cerita,” ungkapnya.

 

Pendapat serupa juga datang dari salah seorang cadiak pandai, Drs. H. Syafrizal, yang menilai Alek Anak Nagari mampu menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

 

“Di dalam adat Minangkabau ada nilai sopan santun, musyawarah, kebersamaan, dan rasa hormat kepada orang tua. Nilai itu penting ditanamkan sejak dini,” jelasnya.

Selain pertunjukan budaya, kegiatan juga diisi dengan penampilan musik tradisional, bazar kuliner khas Minang, permainan rakyat, dan pameran kerajinan masyarakat lokal.

 

Banyak warga mengabadikan momen tersebut karena suasana yang dinilai semakin jarang ditemukan di tengah kehidupan modern saat ini.

Dengan berlangsungnya Alek Anak Nagari, masyarakat berharap budaya lokal tetap terjaga dan semakin dicintai oleh generasi muda. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa adat dan tradisi masih memiliki tempat penting di hati masyarakat Bukittinggi.(M/N)