Padang Pariaman, Lintas Tiga ~ Semangat membara generasi muda Kabupaten Agam kembali mengharumkan nama daerah di kancah sepak bola Sumatera Barat. Sekolah Sepak Bola (SSB) ATHA AGAM U-10 sukses keluar sebagai Juara I dalam ajang Cimparuh Lengue Youth Tournament 2026 yang dihelat di Kabupaten Padang Pariaman.
Prestasi gemilang ini terasa semakin istimewa karena dipersembahkan sebagai kado HUT ke-81 Republik Indonesia bagi masyarakat Kabupaten Agam. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Agam memiliki potensi besar untuk melahirkan bibit-bibit pesepakbola profesional masa depan.

Atas pencapaian luar biasa tersebut, Ketua DPD LAKAM (Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau) Kabupaten Agam, Mendri S., SH. Imam Marajo, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pemain, jajaran pelatih, pengurus, serta orang tua yang telah mendampingi perjuangan tim.
Pujian khusus turut dialamatkan kepada Pelatih Irfanji Fernades, S.Pd. dan Pimpinan SSB ATHA AGAM, Beni Sastra, S.Pd., atas dedikasi dan komitmen mereka dalam membina talenta muda Agam.
“Prestasi ini bukan hanya kemenangan SSB ATHA AGAM, tetapi juga kebanggaan bagi Kabupaten Agam. Anak-anak kita telah membuktikan bahwa dengan disiplin, kerja keras, dan dukungan yang kuat, mereka mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Mendri, yang juga dikenal sebagai Advokat dan Konsultan Hukum berintegritas.
Mendri mencatat, raihan Juara I ini bukanlah yang pertama kali diraih oleh SSB ATHA AGAM. Klub tersebut telah konsisten menorehkan berbagai prestasi membanggakan di kancah sepak bola usia dini tingkat Sumatera Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Mendri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian dan kepedulian yang lebih besar terhadap pembinaan sepak bola usia dini secara berkesinambungan.
Ia secara khusus mendorong keterlibatan dunia usaha, mulai dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, sektor perbankan, hingga berbagai korporasi lainnya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Agam, agar turut mengambil peran dalam memajukan prestasi olahraga lokal. Dukungan serupa juga diharapkan mengalir dari Pemerintah Kabupaten Agam, Bupati Agam, beserta seluruh jajaran DPRD Kabupaten Agam.
“Kita berharap pemerintah daerah dan dunia usaha dapat memberikan dukungan penuh. Anak-anak kita ini bukan sekadar bermain sepak bola, melainkan sedang membawa nama besar Kabupaten Agam ke kancah regional melalui prestasi nyata,” tegasnya.
Mendri menekankan pentingnya pembinaan olahraga secara berjenjang—mulai dari kelompok usia U-8, U-10, U-12, U-14, hingga U-17. Fondasi usia dini dinilai krusial untuk melahirkan pesepakbola handal yang kelak mampu memperkuat klub profesional, tim daerah, hingga mengharumkan nama Indonesia di level nasional dan internasional.
“Kita jangan hanya hadir memberikan apresiasi ketika mereka sudah menjadi juara. Dukungan konkret harus diberikan sejak proses latihan, pemenuhan fasilitas, perlengkapan, hingga pendanaan turnamen, karena prestasi besar tidak lahir secara instan,” pungkasnya.

Kado dari Anak Nagari untuk Kejayaan Agam
Keberhasilan SSB ATHA AGAM U-10 di Cimparuh Lengue Youth Tournament 2026 sekali lagi membuktikan bahwa Anak Nagari Kabupaten Agam memiliki daya saing tinggi. Berbekal semangat kemerdekaan, sportivitas, dan kerja keras, mereka sukses mempersembahkan kado kemerdekaan yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Agam.







