Bukittinggi, lintastiga.com – Kegiatan reses masa sidang 2025/2026 yang digelar anggota DPRD Kota Bukittinggi di daerah pemilihan Mandiangin Koto Selayan (MKS) diwarnai kritik terhadap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dinilai belum memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Kamis, 30 April 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung di halaman Kantor Camat MKS pada Kamis (30/4), Anggota DPRD Bukittinggi, Amrizal, menegaskan bahwa Musrenbang seharusnya tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan tanpa tindak lanjut.
“Kalau tidak ada hasil, tentu masyarakat akan bertanya-tanya apa gunanya Musrenbang dilaksanakan,” ujarnya.
Maka saya berharap ada manfaat dalam forum untuk usulan masyarakat tidak kunjung direalisasikan sampai saat ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh sembilan anggota DPRD dari dapil MKS, perwakilan organisasi perangkat daerah (SKPD), serta unsur masyarakat seperti tokoh masyarakat, LPM, RT, RW, dan pemuda. Reses dibuka oleh Camat MKS, Fachrul Razi, yang menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat.
Menurut Fachrul, reses menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari infrastruktur hingga ekonomi.
“Semua masukan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara serius oleh pihak terkait,” harapannya.
Sementara itu, Amrizal juga menyoroti minimnya kehadiran pejabat teknis dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran SKPD sangat penting agar setiap aspirasi yang muncul bisa langsung direspons dan tidak berhenti sebatas diskusi.
Tambahnya, DPRD memiliki peran untuk menampung dan mengawal aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan dalam bentuk program pembangunan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melalui camat dan perangkat terkait untuk menyampaikan persoalan warga secara lebih terstruktur.
Reses ini menjadi momentum bagi DPRD untuk kembali menegaskan fungsi pengawasan terhadap jalannya perencanaan pembangunan.
“Maka dari itu usulan yang disampaikan masyarakat melalui Musrenbang maupun reses benar-benar dapat direalisasikan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” tutupnya.(*)






