KLB PWI Bukittinggi Digelar, Widya Navies: Pers Harus Tetap Profesional di Tengah Derasnya Arus Informasi

Bukittinggi, lintastiga.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi menggelar Konferensi Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua baru yang akan melanjutkan kepemimpinan organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Balai Kota Bukittinggi, menjadi momentum penting dalam memperkuat organisasi sekaligus menjawab tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks.

Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navies, yang membuka secara resmi konferensi tersebut menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah wajah dunia jurnalistik. Menurutnya, derasnya arus informasi menuntut wartawan untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan akurasi dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan.

“Kondisi saat ini menuntut wartawan bekerja lebih cermat. PWI harus menjadi organisasi yang mampu meningkatkan kualitas anggotanya agar setiap produk jurnalistik benar-benar akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Widya Navies dalam sambutannya.

 

KLB ini merupakan agenda organisasi untuk memilih Ketua PWI Kota Bukittinggi sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI. Meski sempat mengalami penundaan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Berdasarkan jadwal, konferensi seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB, namun pembukaan baru dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WIB.

Konferensi dihadiri Pemerintah Kota Bukittinggi yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, A. Fernando, didampingi Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Ramon Arisa Putra. Hadir pula Plt Ketua PWI Bukittinggi Sawir Pribadi, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumbar Zul Effendi, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi Firdaus Abie, Sekretaris PWI Sumbar Rommi Delfiano, jajaran pengurus PWI Sumatera Barat, pengurus PWI Kabupaten Agam, para anggota PWI Bukittinggi, serta dua calon Ketua PWI Bukittinggi, Asril Gindo dan Linda Sari.

Dalam arahannya, Widya Navies menjelaskan bahwa masa kepengurusan PWI di tingkat kabupaten/kota berlangsung selama tiga tahun, sedangkan kepengurusan tingkat provinsi selama lima tahun. Ia menekankan bahwa konferensi bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat solidaritas organisasi.

“Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua PWI Bukittinggi merupakan pilihan bersama. Hormati hasil konferensi dan mari bergandengan tangan membangun PWI menjadi organisasi yang semakin maju,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Bukittinggi, A. Fernando, yang mewakili Wali Kota Bukittinggi, berharap proses demokrasi dalam KLB berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi semakin profesional.

“Pemerintah Kota Bukittinggi berharap ketua terpilih nantinya dapat memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan profesionalisme insan pers di Kota Bukittinggi,” katanya.

Di sisi lain, Plt Ketua PWI Bukittinggi Sawir Pribadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah mendukung terselenggaranya konferensi tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mengemban amanah sebagai pelaksana tugas masih terdapat kekurangan.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan yang diberikan. Semoga kepengurusan baru nantinya mampu membawa PWI Bukittinggi menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, independen, dan bermartabat,” ungkapnya.

Usai pembukaan, konferensi dilanjutkan dengan sidang pemilihan ketua yang dimulai setelah istirahat, salat, dan makan siang (Ishoma) sekitar pukul 14.00 WIB. Proses pemilihan berlangsung dalam suasana demokratis dengan harapan melahirkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan dunia pers di era digital.

Konferensi Luar Biasa PWI Bukittinggi diharapkan menjadi titik awal memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, menjaga independensi pers, serta memperkokoh peran media sebagai penyampai informasi yang kredibel, berimbang, dan dipercaya masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.(Nia