Vespa 1950-an hingga 1980-an Pukau Walikota Ramlan, Koleksi Klasik Ramaikan Pasar Ateh Bukittinggi

Bukittinggi, lintastiga.com- Walikota  Ramlan kagum dengan Mesin skuter tua berjejer dalam pameran, diperkirakan bakal mendominasi sejumlah ruas Kota Bukittinggi pada akhir pekan ini. Lebih dari 10 ribu Vespa dan skuter dari berbagai daerah di Indonesia diprediksi datang untuk mengikuti Taragak Basuo Scooterist Sumatera Barat (TBSS) ke-32 yang dijadwalkan berlangsung 5-6 September 2026.

Sebelum ribuan scooterist berkumpul dalam agenda utama, suasana berbeda telah terlihat di kawasan Pasar Ateh. Sejak 29 Agustus 2026, puluhan Vespa klasik dipajang dalam sebuah pameran yang menjadi bagian dari rangkaian TBSS ke-32.

Hingga Jumat (4/9/2026), sekitar 70 unit Vespa telah menghiasi area Gedung Pasar Ateh. Kendaraan tersebut merupakan milik komunitas Vespa dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam yang turut ambil bagian dalam kegiatan pameran.

Ketua Umum TBSS Fadhly Reza mengatakan, koleksi yang dipamerkan cukup beragam dari sisi tahun produksi. Sebagian besar Vespa berasal dari era 1960-an hingga 1980-an, tetapi terdapat pula kendaraan yang usianya jauh lebih tua.

“Untuk saat ini yang ikut pameran sekitar 70 unit, berasal dari Bukittinggi dan Agam. Vespa yang ditampilkan mulai dari keluaran tahun 60-an sampai 80-an,” ujar Fadhly.

Salah satu kendaraan yang mencuri perhatian adalah Vespa Douglas produksi era 1950-an. Menurut Fadhly, kendaraan tersebut termasuk unit tertua yang ditampilkan dalam pameran.

Vespa Douglas merupakan skuter yang diproduksi di Inggris dengan menggunakan lisensi Piaggio. Kehadiran kendaraan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana Vespa dari berbagai generasi masih dirawat dan dipertahankan oleh para penggemarnya.

Pameran di Pasar Ateh menjadi salah satu kegiatan pengantar sebelum agenda puncak TBSS ke-32. Panitia memperkirakan kedatangan peserta dari berbagai wilayah di Sumatera Barat maupun sejumlah daerah lain di Indonesia.

Jumlah kendaraan yang diperkirakan hadir pun tidak sedikit. Panitia menyebut lebih dari 10 ribu Vespa dan skuter berpotensi masuk ke Kota Bukittinggi selama kegiatan berlangsung.

“Sekitar 10 ribu Vespa akan hadir dan memadati Kota Bukittinggi. Untuk parkir, kita manfaatkan beberapa lokasi yang telah disiapkan, termasuk zona parkir empat lantai dan Stasiun Lambuang,” kata Fadhly.

Besarnya jumlah peserta membuat pengaturan lalu lintas dan lokasi parkir menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan kegiatan. Konsentrasi kendaraan juga diperkirakan terjadi di sejumlah kawasan yang menjadi lokasi kegiatan maupun titik berkumpul komunitas.

Bagi penggemar Vespa, TBSS bukan hanya menjadi agenda berkumpulnya komunitas, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai generasi kendaraan ikonik tersebut. Sementara bagi Kota Bukittinggi, kehadiran peserta dari berbagai daerah akan menambah aktivitas kota selama akhir pekan.

Dengan puncak kegiatan yang dijadwalkan pada 5-6 September 2026, masyarakat dan pengguna jalan di Bukittinggi perlu mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan, khususnya di kawasan yang menjadi titik kegiatan dan parkir peserta.(N)