Agam Genjot Pembangunan Jalan Suntikan Dana Rp54 Miliar untuk Konektivitas dan Pemulihan Ekonomi

Kab. Agam, Lintas Tiga ~ Pemerintah Kabupaten Agam resmi tancap gas dalam mengeksekusi percepatan pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya. Di bawah komando Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, seluruh perangkat daerah diinstruksikan untuk segera merealisasikan pembangunan jalan yang dibiayai melalui Tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp54,46 miliar.

Langkah taktis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang layak, aman, dan merata. Fokus utama pembangunan ini adalah memangkas kesenjangan konektivitas antar nagari serta mempercepat pemulihan jalur ekonomi pascabencana.

24 Paket Proyek Siap Dikerjakan

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam kini tengah merampungkan seluruh tahapan administratif dan teknis. Kepala Dinas PUTR Agam, Ofrizon, memastikan bahwa 24 paket pekerjaan, yang mencakup pembangunan, peningkatan, hingga rehabilitasi jalan, akan mulai menampakkan progres fisik dalam hitungan hari.

​“Sesuai arahan Bapak Bupati, kami melakukan percepatan di seluruh lini. Saat ini, sebagian besar dokumen perencanaan telah final. Kami menargetkan pengerjaan fisik dimulai bertahap akhir Juli hingga awal Agustus mendatang, dan dipastikan rampung sebelum tutup tahun 2026,” ujar Ofrizon, Sabtu (27/6/2026).

Dijelaskan Ofrizon, total anggaran sebesar Rp54.461.980.727 tersebut difokuskan pada ruas-ruas jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga. Beberapa proyek dengan nilai investasi tertinggi antara lain. Pembangunan Jalan Simpang Panta-Batas Kota Bukittinggi: Rp11 miliar. Jalan Malalak-Ulu Banda: Rp4,46 miliar. Jalan Simpang Canduang-Simpang Bukik Batabuah: Rp3,5 miliar.

Jalan Batang Palupuah-Pasar Matur: Rp3,5 miliar. Serta alokasi masing-masing Rp3 miliar untuk Jalan Simpang Padang Koto Gadang-Tompek Harapan, Jalan Ladang Makmur-Tulang Gajah, dan Jalan Simpang Kampung Rambai-Koto Tinggi.

Selain proyek-proyek utama tersebut, anggaran juga menyasar perbaikan oprit Jembatan Bailey Sei Janiah di Kecamatan Baso, serta rehabilitasi sejumlah ruas vital di Kecamatan IV Koto dan Palembayan.

Harapan untuk Ekonomi Lokal

​Ofrizon menegaskan bahwa infrastruktur jalan yang berkualitas adalah kunci pertumbuhan ekonomi daerah. Selain memperlancar mobilitas warga, proyek ini diharapkan mampu menurunkan biaya distribusi hasil pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Agam.

“Ini adalah komitmen pemerintah untuk menghadirkan keadilan akses bagi warga di setiap kecamatan. Kami berharap pembangunan ini nantinya dapat meningkatkan daya beli dan mempercepat pemulihan akses transportasi yang sempat terdampak bencana,” tambahnya.

Sementara dikatakan lebih lanjut bahwa pihak Dinas PUTR menyadari bahwa proses pengerjaan fisik di lapangan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara, seperti pengalihan arus lalu lintas atau aktivitas alat berat. Oleh karena itu, Ofrizon meminta dukungan dan pengertian masyarakat selama masa konstruksi berlangsung.

​“Semua upaya ini adalah investasi untuk jalan yang lebih baik dan berkualitas bagi kita semua. Kami mohon dukungan masyarakat agar target penyelesaian akhir tahun ini dapat tercapai sesuai rencana,” pungkasnya mengakhiri.

Editor: Honest GS