Akses Palembayan-Bukittinggi Kembali Terbuka, Jalur Darurat di Labuah Sampik Resmi Beroperasi

Kab. Agam, Lintas Tiga ~ Akses transportasi vital di ruas jalan provinsi Palembayan-Padang Koto Gadang (KM 135+100) di kawasan Labuah Sampik, Nagari Salareh Aia, resmi kembali terhubung.

Setelah sempat lumpuh akibat badan jalan ambles sedalam 15 meter pasca hujan intensitas tinggi, jalur pengalihan trase itu kini telah dibuka dan dapat dilintasi kendaraan roda empat mulai Kamis (25/6/2026).

​Pembukaan jalur darurat ini merupakan langkah respons cepat Pemerintah Kabupaten Agam dalam menindaklanjuti instruksi Bupati Agam, Benni Warlis, untuk memulihkan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

​Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam Ofrizon Kamis (25/6/2026), menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari koordinasi intensif antara Pemkab Agam dan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat.

​”Sesuai arahan Bapak Bupati, kami telah berkoordinasi secara maraton dengan pihak provinsi selaku pemegang otoritas jalan. Alhamdulillah, jalur pengalihan trase sementara sudah bisa difungsikan hari ini, sehingga mobilitas warga menuju Bukittinggi yang sebelumnya terputus kini berangsur normal,” ujar Ofrizon.

Meski jalur darurat telah beroperasi, Ofrizon menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada solusi sementara. Pemkab Agam berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan permanen bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

​”Kami tidak akan lepas tangan. Pembangunan permanen tetap menjadi prioritas yang kami kawal komunikasinya dengan pihak provinsi. Harapan kami, perbaikan permanen dapat segera dieksekusi agar kelancaran ekonomi masyarakat kembali stabil dan aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, mengingat topografi lokasi yang berada di kawasan perbukitan rawan longsor serta kondisi cuaca yang masih fluktuatif, Ofrizon mengeluarkan imbauan tegas kepada para pengguna jalan.

​”Masyarakat harus tetap waspada karena jalur ini bersifat sementara. Kami meminta pengendara mengurangi kecepatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tegas Ofrizon.

Setelah beroperasinya akses ini, diharapkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kecamatan Palembayan menuju pusat kota Bukittinggi dan sekitarnya tidak lagi terkendala, sembari menunggu langkah teknis lanjutan dari pemerintah provinsi untuk pemulihan infrastruktur secara menyeluruh.

Editor: Honest GS