Agam, lintastiga.com – Sebanyak 42 peserta didik TK Kasih Ibu Guguak Randah bersama enam orang guru pendamping melakukan kegiatan Outing Class yang berlangsung penuh semangat dan keceriaan pada hari Senin (25/05/26).
Dalam kegiatan belajar di luar kelas tersebut, para siswa mengunjungi Bandar Udara Internasional Minangkabau dan stasiun kereta api untuk mengenal secara langsung dunia transportasi udara dan transportasi massal.

Para siswa tampak antusias bermain sambil belajar bersama para guru. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan moda transportasi kepada anak sejak dini, mulai dari melihat aktivitas di bandara dan stasiun, mengenal tata cara pembelian tiket, hingga proses pemeriksaan keamanan sebelum melakukan perjalanan.
Di bandara, siswa dapat melihat pesawat dari dekat sekaligus mengamati proses operasional penerbangan secara langsung. Sementara saat berada di stasiun, para siswa juga mendapatkan pengalaman menaiki kereta api dan memahami fungsi transportasi umum dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi peserta didik. Anak-anak diajarkan disiplin waktu, budaya antre, menjaga kebersihan, serta sikap saling menghargai sesama penumpang. Mereka juga dilatih untuk lebih mandiri, berani berinteraksi dengan petugas, dan memiliki kepekaan sosial di lingkungan umum.
Para guru menyebutkan bahwa outing class ini menjadi metode pembelajaran nyata yang mampu menghilangkan kejenuhan belajar di dalam kelas. Suasana perjalanan yang menyenangkan membuat siswa lebih bersemangat dan termotivasi dalam belajar.

“Kami sangat senang karena kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh orang tua murid. Berkat dukungan dan pendampingan mereka, kegiatan belajar ke luar kota dengan mengunjungi bandara dan stasiun dapat berjalan lancar dan penuh kebahagiaan,” ujar Yurnalisa sebagai Kepala Sekolah TK Kasih Ibu.
Kemudian kegiatan dilanjutkan ke Pantai Carolin mengajak anak- anak bermain air sekaligus bunda-bunda saling tukar kado kenang – kenangan.
“Kegiatan edukatif tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi para siswa sekaligus menambah wawasan mereka tentang sistem operasional transportasi umum,” harapannya.(Nia)






