News  

Pemko Bukittinggi Evaluasi ODF, Siapkan Penguatan Sanitasi dan Pembangunan IPLT

Bukittinggi, lintastiga.com — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan menggelar evaluasi status Open Defecation Free (ODF) sekaligus penguatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota Bukittinggi, Rabu (29/4/2026).

Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan capaian sanitasi tetap terjaga sekaligus melihat perkembangan di lapangan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, mengatakan kegiatan tersebut penting untuk memverifikasi hasil program yang sudah berjalan.

“Evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan capaian STBM tetap terjaga dan status ODF bisa dipertahankan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, sehingga hasilnya bisa menjadi acuan untuk perbaikan ke depan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas sanitasi masyarakat. Ia menjelaskan, Bukittinggi telah meraih status ODF sejak tahun 2022.

“Capaian akses jamban sehat saat ini sudah mencapai 89,39 persen pada tahun 2026. Ini tentu harus kita pertahankan,” katanya.

Meski demikian, dari hasil verifikasi di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala. Salah satunya adalah pengelolaan limbah tinja yang belum sepenuhnya sesuai standar, karena masih ada yang dialirkan ke riol kota.

“Hal ini berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat, sehingga perlu segera ditangani,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kota saat ini tengah mempersiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Satu unit fasilitas tersebut sudah dibangun di kawasan Talao, meski kapasitasnya dinilai masih terbatas.

Ke depan, Pemko Bukittinggi berencana menambah fasilitas pendukung, meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait sanitasi, serta menjalin kerja sama dengan daerah lain.

“Upaya ini kita lakukan agar Bukittinggi tetap menjadi kota yang bersih dan sehat,” tutup Rismal.(*)