Artis  

Dari Pedagang Sayur Menjadi Pecinta Zumba: Perjalanan Hidup yang Mengubah Luka Menjadi Semangat

Bukittinggi — Lintastiga.com | Rabu, 20 Mei 2026 Perjalanan hidup seseorang terkadang berubah dari hal yang tidak pernah direncanakan.
Itulah yang saya alami, seorang perempuan pedagang kecil yang kini menemukan kebahagiaan baru melalui dunia olahraga, khususnya zumba. Dari kehidupan yang penuh tekanan hingga akhirnya bangkit menjadi pribadi yang lebih sehat, kuat, dan penuh semangat, semuanya berawal dari ajakan sederhana seorang teman.

Dulu, saya menjalani hidup sebagai pedagang sayur mayur atau yang biasa dikenal dengan istilah “mamakang”. Setiap hari, sejak pagi hingga sore, waktu saya dihabiskan untuk berjualan demi memenuhi kebutuhan hidup. Profesi itu sangat saya cintai karena menjadi bagian dari perjuangan saya bertahan di tengah kerasnya kehidupan.

Namun perjalanan itu tidak selalu mudah. Dalam aktivitas sehari-hari, saya kerap menghadapi cibiran, argumen, bahkan perlakuan yang membuat hati terluka. Belum lagi ketika ada pembeli yang tidak membayar dagangan saya. Semua itu perlahan membuat pikiran dipenuhi kesedihan dan rasa tidak nyaman.

Di tengah keadaan tersebut, seorang teman terus mengajak saya untuk berolahraga. Awalnya saya selalu menolak karena merasa malas dan tidak tertarik. Namun ajakan itu tidak pernah berhenti hingga akhirnya saya memberanikan diri mengikuti langkah teman menuju sebuah sanggar senam.

Sebagai pemula, semuanya terasa berat. Baru satu lagu saja tubuh saya sudah kelelahan dan napas terasa sesak. Bahkan selama seminggu pertama, saya masih belum merasakan kesenangan dari olahraga tersebut. Namun teman GUSNIA yang palinggilan akrapnya dia sabar mendampingi dan terus memberi semangat.

Hari demi hari berlalu. Setelah pulang berjualan, saya mulai rutin datang ke kelas zumba. Perlahan saya mulai menikmati gerakan, musik, suasana sanggar, serta semangat para pelatih dan teman-teman di dalamnya. Dari situlah muncul rasa nyaman yang kemudian tumbuh menjadi kecintaan terhadap zumba.

Lingkungan di sanggar terasa sangat berbeda dari yang pernah saya rasakan sebelumnya. Semua orang saling mendukung tanpa membedakan status sosial. Tawa, kebersamaan, dan energi positif membuat saya merasa diterima apa adanya. “Di dalam sanggar kita sama.

Tidak ada perbedaan status. Yang ada hanya semangat dan rasa bahagia,” ungkap saya. Kedekatan emosional dengan teman-teman di kelas zumba juga menjadi alasan mengapa saya semakin bersemangat menjalani hidup. Pikiran negatif yang dulu sering menghantui perlahan mulai menghilang.

Tubuh terasa lebih sehat, lebih kuat, dan kini saya jarang merasa lelah ataupun sakit. Zumba bukan lagi sekadar olahraga bagi saya, tetapi sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mengubah cara pandang terhadap kehidupan.

Bahkan kini saya mulai mengurangi aktivitas jualan Setiap hari , yang dulu setiap hari jualan ,sekarang hari hari tertntu Saya jualan , demi lebih fokus menekuni dunia zumba yang sudah menjadi hobi sekaligus sumber kebahagiaan.

Meski usia saya lebih tua, saya merasa bangga bisa dibimbing dan dididik oleh Zin, sosok yang tidak pernah mengeluh melihat saya aktif berkeliling mengikuti berbagai kelas zumba. “Terima kasih buat Zin yang selalu mengerti kecintaan saya terhadap zumba. Beliau tidak pernah komplain walaupun saya sering keliling menikmati kelas zumba di mana-mana dan dari Zumba juga lah saya bertemu Orng orang terkenal seperti YUSRAN dari MAKASAR dan LILI li HERLY dari SAMRINDA
,” .
Bagi saya, kalah atau menang dalam perlombaan bukanlah tujuan utama. Semangat, kebahagiaan, dan rasa cinta terhadap olahraga itulah yang menjadi motivasi terbesar dalam hidup saat ini. Kini, saya mampu mengikuti kelas zumba hingga satu jam penuh tanpa menyerah, meski tubuh dipenuhi keringat.

Sebuah pencapaian yang dulu tidak pernah saya bayangkan. Perjalanan hidup ini, ditambah dukungan keluarga kecil dan teman-teman sejati, menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa datang dari langkah kecil yang awalnya dijalani dengan terpaksa.

Dari sebuah sanggar sederhana, saya berhasil menemukan kembali diri saya — menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih sehat, dan lebih bahagia dari sebelumnya. Terima kasih untuk semua pihak yang selalu menjadi penyemangat dalam perjalanan hidup saya. I Love You, MS.