Lewat Caretaker, KONI Sumbar Minta Atlet dan Pengcab Agam Tetap Kompak

Kab. Agam, Lintastiga.com – Di tengah dinamika yang tengah berlangsung di tubuh olahraga Kabupaten Agam, KONI Sumatera Barat menyampaikan pesan yang tegas sekaligus menyejukkan kepentingan atlet tidak boleh menjadi korban persoalan organisasi.

Melalui informasi yang disampaikan kepada publik melalui chanel digital, KONI Sumbar mempersilakan atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga untuk menghubungi Caretaker KONI Agam.

“Yang membutuhkan informasi untuk menghubungi admin Caretaker KONI Agam atau datang langsung ke kantor Caretaker di Komplek Pemda, di sekitar Lapangan Tenis, depan Kantor Bupati Agam”, Demikian bunyi pesan yang ditulis di Halaman Medsos Facebook Koni Sumatera Barat.

Menanggapi hal positif tersebut, pengurus Caretaker KONI Agam memberikan satu pesan penting yang diambil dari pernyataannya itu, bahwa semua atlet dan pengcab berhak mendapatkan perhatian tanpa perbedaan.

“Tidak ada atlet yang seharusnya ditanya, kamu berada di kubu siapa, sebelum diberi pelayanan. Tidak ada pelatih yang seharusnya dibebani tarik-menarik kepentingan. Dan tidak ada cabang olahraga yang pantas kehilangan kesempatan hanya karena dinamika di tingkat organisasi”, ungkap salah seorang pengurus.

Lanjutnya, Lapangan pertandingan bukan arena konflik pengurus. Medali tidak mengenal kubu. Atlet hanya mengenal latihan, perjuangan, dan kemenangan.

KONI Sumbar menegaskan pentingnya menjaga harmonisasi antara KONI dan Pemerintah Kabupaten Agam demi memastikan masa depan atlet tetap terjamin.

Pesan ini patut dibaca sebagai ajakan untuk menurunkan tensi dan mengangkat kembali satu kepentingan yang jauh lebih besar, prestasi olahraga Agam.

Sebab waktu menuju agenda olahraga besar terus berjalan. Atlet tidak bisa menunggu konflik selesai untuk berlatih.

Mereka tidak bisa menghentikan persiapan sambil menunggu perbedaan pendapat menemukan ujungnya.

Karena itu, siapa pun yang merasa memiliki tanggung jawab terhadap olahraga Agam, sudah seharusnya kembali bertanya apa yang sudah kita lakukan hari ini untuk atlet.

Perbedaan boleh ada. Dinamika organisasi mungkin terjadi. Namun semangat membangun prestasi harus tetap menjadi titik temu.

Kini bukan waktunya memperlebar jarak. Kini waktunya merapatkan barisan.

Untuk Agam, untuk atlet, dan untuk satu tujuan yang seharusnya tidak pernah diperdebatkan: prestasi harus tetap berjalan, dan masa depan atlet harus tetap dijaga. (Ade.A)