News  

Musyawarah Desa Olilit, masyarakat dukung penuh proyek air bersih Oryoin ‎

Lintastiga, Maluku – Aksi klaim sepihak atas kepemilikan obyek sumber air Oryoin di Desa Olilit Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku oleh oknum masyarakat setempat yang sempat menghambat proses pengerjaan pembangunan sumber air bersih tersebut akhirnya berujung pada Musyawarah desa, Sabtu (25/7/2026).

‎Semua elemen masyarakat Desa Olilit secara bulat berkomitmen mendukung penuh kelanjutan proyek pembangunan air bersih itu demi kepentingan dan kesejahteraan bersama seluruh masyarakat Desa Olilit.

‎Musyawarah Desa itu dipimpin langsung oleh Ketua BPD Olilit, Benardus Metantomwate didampingi Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Sekretaris BPD bertempat di Natar Fatih Olilit Timur yang dihadiri oleh tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, perwakilan gereja, organisasi perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya yang memadati tempat musyawarah.

‎Dikesempatan arahannya, Kepala Desa Olilit Sebastian Melsasail menjelaskan kronologis polemik seputar sumber air bersih Oryoin dan berbagai langkah penyelesaian yang telah dilakukan pihak Pemerintah Desa sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen agar proyek dimaksud tetap dilaksanakan demi kepentingan masyarakat Olilit.

 

‎”Kami hargai keberatan dari Saudara Anton Watunglawar, kami sudah berupaya mengambil langkah penyelesaian secara persuasif. Pada prinsipnya proyek ini harus tetap dilaksanakan demi kepentingan kita semua, karena air menjadi kebutuhan paling dasar kita,” tegas Melsasail.

‎Senada dengan Kepala Desa Olilit, perwakilan marga Batmwere yakni Marsianus Tormyar dan Damianus Batfutu, memberikan pernyataan sikap dengan tegas sebagai pemilik sah berdasarkan hak asal-usul secara turun-temurun atas areal sumber air dimaksud. Bahwa sumber air Oryoin yang diklaim sepihak oleh saudara Anton Watunglawar telah diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Desa Olilit dan Kepala Desa sebagai Ketua Persekutuan Hukum Adat untuk dikelola demi kepentingan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Olilit.

‎”Sumber air Oryoin adalah milik kami Marga Batmwere secara turun-temurun, karenanya kami mendukung penuh proyek air bersih ini demi kepentingan masyarakat dan anak cucu kita semua,” tegas keduanya.

‎Martin Ivakdalam, S.Ag., SH yang berbicara atas nama keluarga besar Watunglawar mengakui bahwa areal sumber air Oryoin bukan merupakan milik keluarga Watumlawar secara turun-temurun dan dirinya tidak pernah mendengar ceritera atau pesan dari para orang tua keluarga Watumlawar tentang kepemilikan keluarga Watumlawar bersarkan hak asal-usul atas areal dimaksud, sebaliknya ia (Martin Ivakdalam-red) mengakui yang diketahui pihaknya bahwa areal sumber air Oryoin adalah milik Marga Batmwere yang terdiri dari keluarga Tormyar, Batfutu, Boina, Malirmasele, Somarwain dan Songupnuan. Pihak keluarga besar Watunglawar mendukung penuh pengerjaan pembangunan sumber air Oryoin demi kesejahteraan seluruh masyarakat Olilit.

‎”Saya bersama saudara-saudara saya yang lainnya dalam keluarga besar Watunglawar tidak pernah mendengar ceritera atau pesan dari para orang tua kami bahwa sumber air Oryoin adalah milik kami keluarga Watunglawar secara turun-temurun. Sebaliknya yang kami ketahui areal tersebut merupakan milik Marga Batmwere yang terdiri dari keluarga Tormyar, Batfutu, Boina, Malirmasele, Somarwain dan Songupnuan. Atas nama pribadi dan keluarga besar Watunglawar, kami mendukung penuh pengerjaan pembangunan sumber air Oryoin demi kesejahteraan seluruh masyarakat Olilit”, tegas Ivakdalam.

‎Senada dengan Ivakdalam, para tokoh yang turut menghadiri musyawarah Desa Olilit itu seperti Yohanis Batseran, S.Sos., MM., Drs. Damianus Batmomolin, MM, Eduarardus Futwembun, SH, Benyamin Samangun, Klemens Laiyan menegaskan dukungan penuh atas pekerjaan pembangunan air Oryoin dimaksud.

‎”Ini anggaran dari Pusat dan sudah disurvei sehingga layak dan harus dikerjakan. Mari kita sambut dengan baik proyek ini sehingga minggu depan sudah bisa dikerjakan,” cetus Yohanes Batseran, S. Sos., MM selaku Ketua Dewan Pastoral Paroki Ratu Rosari Suci Olilit Timur.

‎Tokoh intelektual muda Tanimbar asal Desa itu Marsel Romrome juga menegaskan bahwa polemik air Oryoin yang sempat menimbulkan perdebatan di ruang publik melalui WhatsApp Grup, semata hanyalah diskusi yang bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan bersama.

‎”Kita sudahi semua perdebatan. Proyek ini harus dilaksanakan demi kepentingan bersama, sebagaimana sudah dirumuskan oleh leluhur kita melalui Tri Sakti Olilit dan perjanjian yang dilakukan pada tahun 1980 untuk menyerahkan laut dan darat Olilit kepada pemerintah desa untuk dikelola demi kesejahteraan bersama,” tegas Romrome.

‎Mengakhiri musyawarah Desa Olilit itu, kesepakatan yang telah dicapai melalui mufakat dituangkan dalam bentuk Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan Pemerintah Desa, BPD, tokoh Gereja, tua-tua adat, perwakilan pemuda, dan unsur masyarakat sebagai bukti legalitas dukungan mutlak masyarakat Desa Olilit atas pemanfaatan sumber Air Oryoin. (IM. 125).