Padang Panjang, Lintastiga.com – Kondisi pembangunan ruang belajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang Panjang yang hingga kini belum rampung menjadi sorotan. Sejumlah fasilitas penting di beberapa ruang kelas masih belum selesai dikerjakan, sehingga berdampak terhadap kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar para siswa.
Berdasarkan pantauan Lintastiga.com, Sabtu (1/8/2026), sejumlah ruang kelas masih dalam kondisi belum layak digunakan sepenuhnya. Terlihat plafon belum terpasang, lantai keramik di beberapa bagian belum selesai, serta kusen dan jendela masih belum terpasang. Akibatnya, ruangan terbuka dan rentan dimasuki angin maupun air hujan.
Meski demikian, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di tengah kondisi pembangunan yang belum tuntas. Para siswa terpaksa mengikuti pelajaran di ruangan yang masih dalam tahap penyelesaian pekerjaan.
Kepala Tata Usaha MAN 3 Kota Padang Panjang, Ibrahim, S.IP, saat ditemui Lintastiga.com di salah satu ruangan sekolah, Sabtu (1/8/2026), mengungkapkan bahwa pihak sekolah berharap pembangunan tersebut segera dituntaskan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara maksimal.
“Memang benar, hingga saat ini masih ada beberapa bagian bangunan yang belum selesai, seperti plafon, lantai keramik, dan kusen jendela. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kenyamanan proses belajar mengajar,” ujar Ibrahim.
Ia menjelaskan, pekerjaan pembangunan yang dikerjakan oleh PT Adi Karya hingga kini belum diketahui secara pasti kapan akan selesai. Akibatnya, pihak sekolah harus menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi bangunan yang masih dalam proses pengerjaan.
Menurutnya, kondisi geografis Kota Padang Panjang yang dikenal memiliki curah hujan tinggi semakin memperberat situasi tersebut.
“Kalau hujan turun disertai angin, tentu sangat mengganggu proses belajar mengajar karena ruangan belum tertutup sempurna. Kami berharap ini menjadi perhatian pihak terkait agar pekerjaan dapat segera diselesaikan,” katanya.
Tidak hanya ruang belajar, kondisi bangunan kantor MAN 3 Padang Panjang juga memerlukan perhatian. Pada beberapa bagian atap ditemukan kebocoran yang mengakibatkan plafon rusak akibat rembesan air hujan.
Selain itu, bangunan mushala sekolah juga belum selesai sepenuhnya. Bagian atap depan mushala masih belum terpasang sehingga ketika hujan turun, air masuk ke dalam bangunan dan mengganggu aktivitas ibadah warga sekolah.
Persoalan lain yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah terjadinya kelongsoran pada badan halaman sekolah. Longsoran tersebut berada di sisi halaman dan telah ditutup menggunakan terpal sebagai langkah sementara.
Kondisi tersebut dinilai cukup membahayakan keselamatan warga sekolah, khususnya para siswa yang setiap hari beraktivitas di sekitar halaman.
Pihak sekolah berharap pemerintah bersama pihak pelaksana pembangunan segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang masih tertunda, sekaligus menangani longsoran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Dengan penyelesaian pembangunan secara menyeluruh, diharapkan proses belajar mengajar di MAN 3 Kota Padang Panjang dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan kondusif, sehingga kualitas pendidikan tidak terganggu akibat sarana dan prasarana yang belum memadai.(Eko)







