Indeks

Bakal Pecah! Anak Nagari Kurai Gelar Konser Nasional, Ini Misi Mulia di Baliknya

Foto: Diskusi jelang pelaksanaan konser musik bersama salah seorang tokoh adat Kurai, Marfendi, Dt. Basa Balimo. (Dari kiri ke kanan: Heru, A. Efendi, Dt. Basa Balimo dan Zaki
Foto: Diskusi jelang pelaksanaan konser musik bersama salah seorang tokoh adat Kurai, Marfendi, Dt. Basa Balimo. (Dari kiri ke kanan: Heru, A. Efendi, Dt. Basa Balimo dan Zaki

Bukittinggi, lintastiga.com  – Anak nagari Kurai V Jorong, kota Bukittinggi, Sumatera Barat bakal menggelar panggung musik atau konser musik skala nasional pada 11 Juli 2026 mendatang. Konser tersebut digelar dalam rangka merajut tali silaturahmi sesama anak nagari di kota itu.

“Ya, Insya Allah pada 11 Juli 2026 mendatang bertempat di lapangan Wirabraja (Kantin) Kodim 0304/ Agam, kita akan gelar konser musik menghadirkan band papan atas For Revenge, Feel Koplo dan Dongker. Dimana dikesempatan itu, sesama anak nagari juga berkumpul bersama dalam rangka mempererat silaturrahmi,” ujar panitia pelaksana konser, Heru Rahman kepada media ini di Kurai, Bukittingggi, Senin (22/6/2026)

Heru didampingi panitia lain, Zaki Ahmad dan A. Efendi lanjutkan, silaturrahmi sesama anak nagari diselingi hiburan itu adalah pemantik awal atau salah satu cara menjalin kekerabatan sesama anak nagari.

“Tujuan digelarnya hiburan itu tidak lain agar nantinya generasi muda Kurai, Bukittinggi tetap bersatu dan terus berupaya melestarikan adat budaya nagari berlandaskan falsafah adat Minangkabau,” jelasnya.

Jembatan Emosional Anak Nagari

Pria yang bergerak di bidang Event Organizer (EO) itu katakan, di sisi berbeda dirinya bersama anak nagari Kurai Bukittinggi, berharap bagaimana kedepan kultur dan tatanan sosial masyarakat adat benar-benar bisa ditegakkan alias berfungsi kembali.

Ia lanjutkan lagi, adanya panggung hiburan mengadirkan grup band dan artis ibu kota, diyakini mampu menjadi momentum awal guna merajut kedekatan emosional sesama anak nagari.

“Mudah-mudahan melalui wadah kreativitas positif, jalinan silaturahmi yang kokoh bakal memicu lahirnya rasa kebersamaan sesama anak nagari,” harapnya.

Ia optimistis, pasca pagelaran konser nanti, dampak positifnya akan langsung menyentuh sendi- sendi kehidupan bermasyarakat. Bermodalkan kebersamaan yang kembali rekat, sambung Heru, segala upaya mempertahankan kultur nagari dipastikan bakal berjalan sebagaimana mestinya di dalam roda pemerintahan adat Kurai.

Aktifkan Kembali Fungsi Surau dan Hukum Adat

Dia katakan, pasca konser hendaknya terlihat dampak positif nyata dikehidupan masyarakat atau anak nagari Kurai Bukittinggi.

“Artinya, kita anak nagari di wilayah Minangkabau berharap tatanan kehidupan sosial yang kokoh sebagaimana diwariskan nenek moyang terdahulu tegak atau berjalan. Misalnya terkait penegakan hukum adat dan aturan adat, pelestarian seni budaya, hingga penguatan fungsi surau sebagai tempat pembelajaran tauhid (agama) sejak dini bagi generasi penerus,” ucapnya.

Diketahui, nagari Kurai V Jorong Bukittinggi dikenal memiliki struktur pemerintahan adat yang sangat kuat. Struktur kekuasaan adat tersebut bakal diaktivasi secara masif jika kesadaran kolektif anak nagari bangkit.

Sinergi Unsur Tungku Tigo Sajarangan

Heru jelaskan, komponen masyarakat adat nagari Kurai Bukittinggi, yakni Niniak Mamak selaku pemangku adat, Cadiak Pandai selaku pemikir, Tuanku (Orang Syara’) selaku benteng agama, Bundo Kanduang selaku mandeh sako di Rumah Gadang hingga kekuatan pemuda dalam Paga Nagari, hendaknya berjalan beriringan.

“Sinergi elemen di atas, berkemungkinan mampu memfungsikan kembali tatanan sosial masyarakat di bawah kekuasaan adat Kurai,” harapnya diamini Zaki dan A. Efendi.

Ia tambahkan, panggung hiburan skala nasional yang tinggal menunggu hari, tidak sekadar ajang hura-hura, melainkan jembatan adat budaya dan diharapkan mengembalikan marwah adat.

“Mengembalikan marwah adat, diantaranya terkait masyarakat adat, hukum dan aturan adat serta identitas religius nagari di tengah tantangan zaman modern,” terang dia.

Niniak Mamak Ingatkan Norma Adat

Terpisah, dukungan terhadap kreativitas dan kegiatan generasi muda itu terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk pemangku adat, diantaranya S.Dt. Garang.

Selaku Niniak Mamak, Dt. Garang menyatakan dukungannya terhadap kegiatan positif (Konser musik-red) yang diinisiasi anak nagari tersebut.

“Saya mendukung setiap kegiatan yang positif demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Meski memberikan “lampu hijau”, Dt. Garang ingatkan catatan penting agar segala bentuk kegiatan yang dirancang generasi muda tetap berjalan di atas koridor nilai-nilai luhur yang berlaku di tengah masyarakat.

Dia tekankan, penting menjaga keselarasan antara inovasi modern dan kearifan lokal.

“Asalkan kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan norma adat dan agama, kita dukung,” tegasnya.

Dt. Garang biasa disapa Nyiak Garang itu katakan, sinergi antara pemangku adat dan generasi muda (paga nagari) sangat diperlukan di era digital saat ini. Dukungan ini, tambah dia, diharapkan mampu membentengi para remaja dari pengaruh negatif lingkungan.

Terakhir, Nyiak Garang mengajak elemen masyarakat turut mengawasi dan membimbing anak kemanakan agar kegiatan kepemudaan di nagari, beriringan diantara agama, adat maupun tradisi yang berlandaskan falsafah adat Minangkabau. (and)

Exit mobile version