Indeks

Shabirin Rachmat Pilih Tinggalkan Jejak Lewat Pemberdayaan, Warga Dibekali Skill Perbengkelan

Bukittinggi, lintastiga.com – Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Shabirin Rachmat, S.Sos,  yang dikenal dekat dengan masyarakat mengalokasikan pokok-pokok pikiran (Pokir) senilai sekitar Rp150 juta untuk menyelenggarakan pelatihan perbengkelan sepeda motor bagi masyarakat Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS).

Program yang dilaksanakan di RW 3 Kelurahan Manggis Ganting melibatkan peserta dari Kelurahan Manggis Ganting dan Kelurahan Puhun Tembok sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki bekal untuk bekerja maupun berwirausaha. Rabu (22/7/2026).

Saat di wawancarai media Shabirin mengatakan, program tersebut dirancang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong kemandirian ekonomi warga.

“Kita ingin masyarakat memiliki keahlian yang benar-benar bisa digunakan untuk mencari nafkah. Kalau mereka ingin membuka bengkel sendiri, mereka sudah punya bekal. Kalau ingin bekerja di bengkel, mereka juga sudah memiliki keterampilan yang dibutuhkan,” ujar Shabirin.

Pelatihan diikuti oleh dua kelompok masyarakat yang masing-masing beranggotakan sekitar 16 peserta atau total sekitar 32 orang. Peserta berasal dari kelompok yang telah aktif di lingkungan masyarakat, seperti Karang Taruna maupun kelompok usaha di tingkat RT dan RW.

Selain mendapatkan pelatihan teknis, peserta juga akan memperoleh hibah peralatan perbengkelan yang disalurkan kepada kelompok. Bantuan tersebut meliputi kompresor, dongkrak, set kunci, dan berbagai perlengkapan kerja lainnya sebagai modal awal agar keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan.

“Kalau hanya diberi pelatihan tanpa peralatan, akan sulit untuk memulai. Karena itu kita lengkapi dengan alat kerja supaya mereka benar-benar bisa menjalankan usaha bersama kelompoknya,” jelasnya.

Untuk memastikan kualitas pelatihan, instruktur didatangkan dari lembaga pelatihan berpengalaman di Padang Panjang. Selama pelatihan, peserta akan mempraktikkan proses pembongkaran, perbaikan, hingga perakitan kembali lima unit sepeda motor sampai kendaraan kembali berfungsi dengan baik.

Shabirin menegaskan bahwa penggunaan anggaran pemerintah harus memberikan manfaat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, bantuan disalurkan melalui kelompok masyarakat yang memiliki aktivitas dan legalitas sehingga dapat dimanfaatkan secara bersama-sama serta terus berkembang setelah pelatihan selesai.

Ia berharap program tersebut mampu melahirkan tenaga terampil baru di Kota Bukittinggi, membuka peluang usaha, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi dari kemampuan program tersebut meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keterampilan yang dimiliki.(Nia/Mis)

Exit mobile version