Indeks

Sengketa Lahan Fort de Kock Dugaan Dosen Menggerakkan Mahasiswa Dipertanyakan

Bukittinggi, Lintastiga.com – Kericuhan yang terjadi di Universitas Fort de Kock (UFDK), Kelurahan Manggis Ganting, Kota Bukittinggi, Rabu (22/7/2026), masih menjadi perbincangan hangat masyarakat. Insiden yang dipicu sengketa lahan antara pihak kampus dan Pemerintah Kota Bukittinggi itu berlanjut hingga aksi sejumlah mahasiswa mendatangi Polresta Bukittinggi.  Kamis (23/07/26).

Langkah tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat yang mempertanyakan sikap mahasiswa dalam menyikapi persoalan hukum tersebut.
Pantauan di sekitar kampus menunjukkan ratusan mahasiswa berkumpul setelah terjadi ketegangan saat petugas gabungan memasang plang aset milik Pemerintah Kota Bukittinggi pada hari Rabu tanggal 22 Juli kemaren.

Situasi sempat memanas akibat aksi saling dorong antara petugas dan sejumlah sivitas akademika.
Sejumlah warga yang mengikuti perkembangan kasus itu menilai persoalan sengketa lahan seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan aksi yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Mereka juga berpendapat mahasiswa sebaiknya tetap mengedepankan sikap kritis yang santun serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang diduga ingin memperbesar konflik.

“Mahasiswa adalah kaum intelektual. Mereka harus memahami persoalan secara utuh dan tidak mudah terbawa emosi ataupun provokasi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sebagian masyarakat bahkan menilai aksi mendatangi Polresta Bukittinggi tidak memiliki hubungan langsung dengan penyelesaian sengketa lahan yang sedang berlangsung dan ini sangat memalukan.

Menurut mereka, penyelesaian perkara tersebut seharusnya ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku, sementara aparat kepolisian bertugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Di sisi lain, masyarakat berharap pihak kampus dapat memberikan pembinaan dan arahan kepada mahasiswa agar tetap menjaga ketertiban serta tidak terlibat dalam tindakan yang berpotensi menimbulkan gesekan dengan aparat maupun pihak lain.

Hingga berita ini diturunkan, sengketa lahan antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan Universitas Fort de Kock masih menjadi polemik. Kedua belah pihak tetap mempertahankan dasar hukum masing-masing, sementara masyarakat berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui jalur hukum dan mediasi tanpa melibatkan mahasiswa dalam konflik yang berpotensi memperkeruh situasi.(*)

Exit mobile version