Membeli oli untuk motor seharusnya merupakan hal yang mudah, namun pada kenyataannya banyak pengendara masih salah dalam memilihnya. Oli merupakan komponen penting yang melindungi mesin, memastikan kinerjanya optimal, serta menjaga umur mesin tetap panjang. Kesalahan dalam memilih oli dapat menyebabkan mesin cepat rusak, boros bahan bakar, bahkan mengalami kerusakan parah.
Bayangkan kamu baru saja mengganti pelumas mesin, namun alih-alih mesin menjadi lebih halus, terdengar suara kasar dan kinerja menurun. Ternyata, oli yang dibeli tidak sesuai dengan standar kendaraan. Kejadian semacam ini sering terjadi karena pengendara tidak memperhatikan informasi penting sebelum melakukan pembelian.
1. Mengabaikan spesifikasi yang ditentukan oleh produsen
Setiap kendaraan bermotor memiliki rekomendasi jenis pelumas, tingkat kekentalan (viskositas), serta standar API atau JASO tertentu. Mengabaikan data ini dan hanya memilih oli karena harganya murah atau mereknya terkenal dapat menyebabkan konsekuensi serius. Oli yang terlalu kental atau terlalu encer akan mengganggu sirkulasi pelumasan dan berdampak pada kinerja mesin.
2. Tertarik pada harga yang murah tanpa memperhatikan kualitasnya
Banyak produk oli palsu beredar dengan kemasan yang menyerupai merek asli dan harga yang jauh lebih murah. Membeli oli tanpa memverifikasi keasliannya melalui toko resmi atau distributor yang terpercaya memiliki risiko yang besar. Oli palsu biasanya kurang dilengkapi dengan aditif pelindung yang cukup, sehingga menyebabkan mesin menjadi cepat rusak.
3. Memilih jenis oli yang tidak tepat
Oli kendaraan bermotor terdiri dari tiga jenis, yaitu oli mineral, semi-sintetis, dan sintetis penuh. Untuk motor yang digunakan sehari-hari dengan jarak tempuh yang pendek, oli mineral mungkin sudah cukup memadai. Namun, untuk motor dengan performa tinggi, lebih disarankan menggunakan oli sintetis. Pemilihan jenis oli yang tidak tepat dapat mengakibatkan perlindungan mesin kurang maksimal serta menyebabkan interval penggantian oli menjadi lebih pendek.
4. Mengabaikan situasi penggunaan kendaraan bermotor
Mobil yang sering digunakan dalam kemacetan, perjalanan jauh, atau untuk mengangkut beban berat membutuhkan pelumas dengan kinerja unggul yang tahan terhadap panas. Banyak pengemudi memilih oli biasa tanpa mempertimbangkan gaya berkendara dan kondisi jalan yang mereka lalui. Akibatnya, kualitas oli menurun lebih cepat dari jadwal pergantian yang direkomendasikan.
5. Mengabaikan tanggal kedaluwarsa dan masa penyimpanan
Oli memiliki masa simpan tertentu, umumnya antara 3 hingga 5 tahun sejak tanggal produksi. Membeli oli yang telah disimpan terlalu lama dapat mengurangi kualitas pelumas karena aditif di dalamnya mulai rusak. Sayangnya, banyak konsumen tidak memeriksa kode produksi di kemasan.
Kesimpulannya, membeli oli motor tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Perhatikan spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan, pastikan keaslian barang, pilih jenis oli sesuai dengan kebutuhan, sesuaikan dengan kondisi penggunaan, serta periksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli. Dengan demikian, mesin motor tetap terjaga, tahan lama, dan kinerjanya maksimal.
Mengapa oli motor habis meskipun tidak ada kebocoran?
