Indeks

xAI Siapkan Game Generatif Pertama, Elon Musk Umumkan Rilis 2026

Lintaskriminal.co.id –Elon Musk mengumumkan bahwa studio game yang dimiliki xAI akan meluncurkan permainan video hasil karya kecerdasan buatan (AI) sebelum akhir tahun 2026. Tindakan ini menjadi langkah besar dalam perluasan perusahaan AI miliknya, dari sekadar chatbot menuju dunia hiburan yang interaktif.

Pengumuman tersebut disampaikan Musk melalui platform media sosial X pada 6 Oktober 2025, sebagai respons terhadap unggahan mengenai kemampuan Grok dalam membuat game secara dinamis. “Studiyo game xAI akan merilis permainan yang digenerasi oleh AI sebelum akhir tahun depan,” tulis Musk. Pernyataan ini menjadi puncak dari inisiatif yang telah berlangsung sejak November 2024, ketika Musk pertama kali mengumumkan rencananya mendirikan studio game AI untuk “membuat game menjadi hebat kembali”.

xAI Berfokus pada Pengembangan Permainan yang Menggunakan Teknologi AI

Sejak awal tahun 2025, xAI mencatat perkembangan signifikan melalui model AI terbaru mereka, Grok 4, yang dirilis pada Juli 2025. Dalam sebuah demo langsung, para insinyur xAI menunjukkan kemampuan sistem ini untuk menghasilkan game yang berfungsi hanya dalam hitungan jam. Salah satu contoh yang mencolok adalah game 3D dengan genre first-person shooter yang selesai dikembangkan dalam waktu empat jam saja.

Sistem AI ini mampu menciptakan kerangka dasar permainan, menemukan tekstur, hingga mengimpor model 3D dari sumber online — pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun oleh tim pengembang profesional.

xAI saat ini sedang mencari tenaga ahli di bidang permainan dengan posisi “Pengajar Game”. Gaji yang ditawarkan berkisar antara 45 hingga 100 dolar AS per jam, atau sekitar Rp720 ribu hingga Rp1,6 juta. Tutor-tutor ini akan membantu Grok meningkatkan pemahaman terhadap konsep dan mekanik permainan.

Dalam deskripsi posisi yang dipublikasikan di LinkedIn, xAI menyebutkan bahwa tutor yang lulus akan “berkontribusi pada misi xAI dengan melatih dan menyempurnakan Grok agar unggul dalam konsep, mekanika, dan pengembangan permainan video”. Mereka juga akan memberikan masukan mengenai alur cerita, mekanika permainan, serta unsur desain sambil mengevaluasi hasil game yang dibuat oleh Grok berdasarkan kreativitas dan fungsionalitasnya.

Strategi Utama xAI Di Tengah Kendala Keuangan

Tindakan ini diambil ketika xAI menghadapi tantangan keuangan sementara berupaya mengumpulkan dana besar. SpaceX, perusahaan luar angkasa milik Musk, diketahui telah berkomitmen untuk menanamkan investasi sebesar 2 miliar dolar AS ke xAI, sebagai bagian dari penggalangan dana yang mencapai total 5 miliar dolar AS.

Di sisi lain, Tesla juga rencananya akan menggelar pemungutan suara pada 6 November 2025 untuk menentukan apakah akan menyalurkan sebagian dana mereka ke xAI. Para ahli melihat keterlibatan SpaceX dan Tesla menunjukkan bahwa xAI sedang berupaya keras memperkuat posisi keuangannya agar dapat memperluas penelitian dan pengembangan produk.

Meskipun demikian, xAI terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan teknologi kreatif yang berbasis AI. Sebelumnya, Grok 3 sempat menjadi perhatian setelah berhasil menghasilkan versi sederhana permainan klasik Tetris menggunakan bahasa pemrograman Python.

Industri Permainan dan Tren Kecerdasan Buatan Generatif

Pasar game dunia saat ini mencapai nilai lebih dari 180 miliar dolar AS pada tahun 2024, di mana sebagian besar pendapatan berasal dari permainan mobile. Meskipun pasar ponsel mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan, segmen seperti konsol, PC, dan layanan gaming berbasis cloud terus mengalami pertumbuhan.

Laporan dari Game Developer Conference 2025 menyebutkan bahwa 52% pengembang game saat ini bekerja di perusahaan yang telah memanfaatkan alat AI generatif. Teknologi AI dinilai mampu mengubah metode pembuatan dan pengalaman bermain game.

xAI berharap bisa memanfaatkan tren ini dengan mengembangkan Grok 4 dan menerapkannya langsung di industri game. Dengan kemampuan untuk membuat proyek game secara lengkap dalam waktu singkat, Grok diharapkan mampu mengurangi biaya produksi sekaligus membuka era baru dalam dunia hiburan digital.***

Exit mobile version