Kab. Agam, Lintas Tiga ~ Di penghujung bulan Juli 2026 ini, Kabupaten Agam bersiap melepas salah satu putra daerah terbaiknya yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melayani masyarakat. Sosok itu adalah Drs. Surya Wendri, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dalduk KB PPPA) Kabupaten Agam.
Bertepatan pada hari ini Jumat (31/7/26) adalah merupakan waktu yang terakhir olehnya berdinas sebagai Pegawai Negeri Sipil dan Pejabat Kepala Dinas dan resmi genap usia 60 tahun untuk memasuki masa purna tugas, setelah menorehkan berbagai lika liku dalam perjalanan panjang pengabdian yang gemilang.
Ditemui di ruang kerjanya dengan senyuman hangat, pria berwibawa yang dikenal bijaksana, tegas, sekaligus humoris ini mengenang kembali kilas balik perjalanan hidupnya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dimulai jauh pada tahun 1993.
Jejak pengabdian Surya Wendri bukanlah perjalanan yang instan. Diangkat pertama kali sebagai PNS pada tahun 1993, ia langsung mengemban tugas mulia sebagai penyuluh KB di wilayah transmigrasi terpencil di Kabupaten Bangka, Sumatera Selatan.
Jarak tempuh normal dari Kota Pangkal Pinang kala itu memakan waktu tiga jam, yang bahkan bisa membengkak hingga enam jam perjalanan saat musim hujan datang. Melalui Kecamatan demi Kecamatan seperti Simpang Rimba dan Tebus, ia menjalani tugas perdananya dengan penuh ketulusan.
Tahun 1999 menjadi babak baru ketika ia memutuskan pindah ke Sumatra Barat dan mengabdi untuk kampung halaman Kabupaten Agam. Kariernya menanjak secara konsisten berkat integritas dan dedikasinya yang tinggi di tahun 2002–2004 sebagai Pengawas PLKB di Kecamatan Canduang.
Pada tahun 2004–2008 dia dipercayai menjabat Kasi Pembangunan Kantor Camat Canduang (pasca keberlakuan otonomi daerah). Kemudian ditahun 2008–2010 dapat menjabat Sekretaris Camat Canduang. Seterusnya pada tahun 2010 – 2012 dipercaya menjadi Camat Canduang, juga setelahnya ditahun 2012–2017 menjabat Camat Kamang Magek, yang pada akhirnya tahun 2017–2019 diamanahi untuk jadi Camat Baso.
Tidak hanya itu, bentuk bukti hasil totalitas dan royalitas dalam menekuni pekerjaan yang diamanahkan dengan mulai langkah dari Kecamatan, akhirnya ia bisa menjabat sebagai Kepala Bagian Kesra Sekretariat Pemkab Agam tahun 2019–2022. Sekaligus dipercaya merangkap jabatan sebagai Kepala Bagian Umum, sampai langkah sejati terus maju tanpa henti meraih puncak karir pengabdian ditahun 2022 menjabat Kepala Dinas Dalduk KB & PPPA Kabupaten Agam sampai purna tugas tahun 2026.
Kurang lebih 26 tahun lamanya ia murnikan baktinya untuk tanah Kabupaten Agam, dengan total masa pengabdian sebagai PNS mencapai 33 tahun. Sebuah catatan karier yang bersih tanpa cela, penuh prestasi positif, dan dilalui tanpa gejolak berarti.
Filosofi Kepemimpinan, Mengayomi Sebagai Keluarga
Apa rahasia di balik karier panjang yang mulus dan penuh prestasi ini ? Bagi Surya Wendri, kunci utamanya sederhana namun mendalam yaitu keikhlasan. ”Selalu merasa ikhlas dalam bekerja. Saya menerapkan diri sebagai seorang leader atau manajer manajerial. Kuncinya adalah selalu bekerja dengan mengayomi,” ungkapnya penuh makna.
Ia memperlakukan setiap pegawai dan staf tidak sekadar sebagai bawahan, melainkan sebagai bagian dari keluarga sendiri. Tidak ada kata perintah yang kaku atau tunjuk jari yang menyulut komplikasi, setiap instruksi selalu diawali dengan kata “mohon” atau “tolong”. Pendekatan humanis inilah yang membuat suasana kerja di setiap institusi yang dipimpinnya selalu sejuk, harmonis, dan produktif.
Menjelang masa purna tugasnya, sebuah kejutan manis dipersembahkan oleh jajaran staf Dinas Dalduk KB & PPPA Agam. Tanpa sepengetahuannya, para pegawai merangkum jejak kebersamaan mereka dalam sebuah rekaman video dokumenter. Sebuah bentuk penghormatan tulus yang membuat hatinya bergetar bangga.
“Uang bisa dicari, tetapi kebahagiaan dan penghargaan tulus seperti ini sulit untuk didapatkan,” tuturnya penuh haru, usai menggelar acara silaturahmi dan doa bersama diruangan kerja perkantorannya, Kamis (30/7/26) yang turut diundang bapak Bupati, Wakil Bupati, para Asisten, serta Kepala OPD se-Kabupaten Agam.
Cinta Sejati dan Babak Baru Kehidupan. Di balik kesuksesan seorang pria hebat, selalu ada wanita luar biasa yang mendampingi. Surya Wendri mengenang pertemuan manisnya dengan sang istri tercinta yang berasal dari Banyuasin, Palembang di institusi profesi yang sama, yakni sebagai seorang pendidik. Dari jalinan cinta dan komitmen yang kuat, mereka dikaruniai tiga buah hati, dua putri kembar dan seorang putra bungsu.
Kini, buah dari didikan penuh kasih itu telah berbuah manis. Putri pertamanya mendampingi suami di Jakarta, sementara putri kembarnya mengikuti jejak sang ayah mengabdi sebagai PNS di Kesbangpol Agam (bersama suaminya di Inspektorat Agam), yang kini tengah menantikan kehadiran cucu kedua pada Desember mendatang. Adapun sang putra bungsu, lulusan Sastra Inggris UNP, kini telah mandiri berkarier di bidang komunikasi digital internasional di Yogyakarta.
Menatap Masa Pensiun, Fokus pada Keluarga dan Pesantren
Saat disinggung mengenai langkah selanjutnya usai pensiun termasuk peluang terjun ke dunia politik, ia menanggapinya dengan senyuman tenang. ”Soal masuk dunia politik belum ada pikiran ke sana. Kita fokus istirahat dulu untuk menikmati masa pensiun bersama keluarga dan cucu,” jawabnya santai.
Lebih dari itu, ia berencana mencurahkan waktunya untuk mendorong kemajuan Pondok Pesantren Nur Abdullah di Kecamatan Baso. Pesantren yang berdiri sejak tahun 2015 di bawah naungan Yayasan Ibnu Aziz milik keluarganya ini kini telah mendidik lebih dari 200 orang santri.
Drs. Surya Wendri telah membuktikan bahwa ketulusan, keikhlasan, dan kepemimpinan yang mengayomi adalah resep utama seorang abdi negara sejati. Selamat memasuki masa purna tugas, Bapak Surya Wendri. Pengabdian dan keteladananmu akan selalu menjadi inspirasi bagi Kabupaten Agam.
