Lintaskriminal.co.id –, JAKARTA – Perusahaan otomotif asal Tiongkok, Jaecoo memiliki rencana khusus untuk meningkatkan penjualan kendaraan merekaplug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang mulai mendapat perhatian dari konsumen di Indonesia.
Berdasarkan data dari Gaikindo, dalam 8 bulan tahun 2025, penjualan mobil PHEV mencapai 2.774 unit. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan total penjualan sepanjang tahun 2024 yang hanya mencapai 136 unit.
Kepala Pemasaran Jaecoo Indonesia, Ilham Pratama menyatakan, kendaraan PHEV hadir sebagai bagian dari rangkaian mobil elektrifikasi lainnya guna memenuhi kebutuhan para pengguna.
Sebagai contoh, lanjutnya, bagi masyarakat yang lebih mengutamakan penghematan bahan bakar dalam kebutuhan perjalanan sehari-hari, mereka bisa memilih mobil hibrida murni (hybrid electric vehicle/HEV).
Di sisi lain, bagi konsumen di daerah perkotaan, khususnya di Jakarta yang memerlukan kendaraan untuk menghindari aturan ganjil-genap, maka dapat memilih mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).
“Nah, kehadiran mobil hybrid plug-in atau PHEV sebenarnya menjadi solusi untuk mobilitas modern. Tidak hanya memberikan pengalaman kendaraan listrik, tetapi juga konsumen bisa menikmati efisiensi bahan bakar,” kata Ilham dilansir Selasa (7/10/2025).
Selain itu, salah satu model PHEV yang paling laris dari perusahaan adalah Jaecoo J7, yang mencatatkan penjualan sebanyak 438 unit pada bulan Januari hingga Agustus 2025.
Strategi lainnya, sub-brand Chery Group ini telah merilis model PHEV terbaru bernama Jaecoo J8 SHS Ardis dengan harga Rp818 juta OTR Jakarta. Kendaraan ini dilengkapi baterai berkapasitas besar 34,46kWh yang didukung teknologi pengisian cepat, sehingga mampu mengisi dari 30% hingga 80% hanya dalam waktu 25 menit.
J8 SHS Ardis memiliki dua motor listrik di bagian depan dan belakang, dilengkapi dengan mesin turbo berkapasitas 1,5L serta transmisi hybrid 3-percepatan (3DHT). Kombinasi ini menghasilkan daya hingga 395kW dan torsi sebesar 650Nm, memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam waktu 5,4 detik.
Selain itu, J8 SHS Ardis menyediakan sembilan mode berkendara, dengan jangkauan kendaraan listrik penuh hingga 180 km dan total jangkauan gabungan lebih dari 1.400 km. Bahkan ketika baterai habis, penggunaan bahan bakar tetap rendah sebesar 6 liter per 100 km, sedangkan dalam mode hybrid hanya membutuhkan 1,2 liter per 100 km.
Ilham menyampaikan bahwa Jaecoo akan memproduksi secara lokal semua model kendaraannya, sejalan dengan rencana Chery Group dalam mendirikan pabrik perakitan di Indonesia.
“Kemudian itu pabrik Chery Group, termasuk merek Chery sendiri, Jaecoo, dan mungkin nanti Lepas juga berada di sana,” tutup Ilham.
