Indeks

Kelompok Masyarakat Padang Palak Pasar Ladang Panjang Tigo Nagari, Mulai Kawatir dengan Aktivitas Tambang CV Semoga Berkah

Exif_JPEG_420

Kab. Pasaman, Lintastiga –  Kelompok masyarakat dari Padang Palak, Jorong Pasar Ladang Panjang, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat saat ini mulai resah dan kawatir dengan keberadaan aktivitas tambang galian pasir dan batu sungai dibawah perusahaan CV Semoga Berkah yang sudah beroperasi sejak beberapa tahun belakang di wilayah itu.

Kekawatiran dan ketakutan masyarakat tersebut dipicu dengan telah terjadinya musibah banjir bandang di berbagai daerah di Sumatera Barat yang sama diketahui telah banyak mengakibatkan pemukiman rumah masyarakat rusak berat dan bahkan banyak menelan korban jiwa.

Demikian, kelompok masyarakat ini menilai dengan keberadaan galian tambang pasir dan batu di wilayah itu ditakutkan akan berdampak sama. Oleh sebab itu mereka berharap perizinan harus dikaji ulang oleh pihak terkait dan menganalisa dampak kedepannya apabila aktivitas tambang ini tetap berlanjut.

Menurut informasi kelompok masyarakat yang disampaikannya kepada tim awak media bahwa apalagi tambang tersebut diduga kuat aktivitas galiannya sekarang sudah mulai merusak ekosistem lingkungan dialiran bantaran sungai.

Selain itu kata mereka, dampak dari aktivitas tambang ini bahkan diduga juga telah mulai merusak jalan yang telah diperbaiki oleh Pemerintah, juga berapa lahan sawit masyarakat yang tidak jauh dari aktivitas tambang ini.

” Kita takut kalau sudah mulai merusak ekosistem lingkungan di aliran bantaran sungai. Jangan-jangan nanti bisa mengundang bencana alam ulah dari aktivitas tambang galian pasir dan batu tersebut. Mari kita jaga alam ini dengan baik dan bersama-sama,” ungkap kelompok masyarakat ini beberapa waktu yang lalu.

Tidak hanya demikian, keterangan dari kelompok masyarakat yang minta dirahasiakan identitasnya itu juga menyampaikan bahwa saat ini di lahan tambang galian tersebut juga sudah berdiri dan bahkan mulai beroperasi alat mesin pemecah batu Stone Crusher yang dikatakannya, patut dipertanyakan izinnya apakah sudah ada atau ilegal ?

” Kita juga melihat sudah mulai berjalan mesin pemecah batu Stone Crusher yang mengambil batu dari dalam sungai. Yang tentunya menambah aktivitas yang membuat kekwatiran ditengah masyarakat, dan jangan sampai masyarakat dibodoh-bodohi dengan dugaan praktik kotor yang nanti bisa merusak lingkungan, dan berdampak ke masyarakat setempat,” ujarnya lagi.

Selain itu mereka juga mengatakan, kalau aktivitas tambang ini dalam penggunaan mobilitasnya dengan memakai dump truck ukuran besar, dengan angkutan Pasir dan batu tersebut juga selain lewat melalui lahan perkebunan sawit masyarakat, juga melalui jalan yang telah dibuat Pemerintah setempat untuk kepentingan jalan masyarakat bukan untuk aktifitas tambang.

” Aktifitas dari angkutan bahan hasil tambang ini ada lewat jalan yang telah di Rabat beton oleh Pemerintah, jadi setiap hari angkutan hasil tambang menggunakan truck bertonase tinggi yang telah melebihi tonase maksimum. Kalau ini dibiarkan bisa-bisa kedepannya merusak jalan yang dibuat Pemerintah untuk kepentingan akses masyarakat,” pungkasnya.

Lebih lanjut mereka berharap kepada seluruh elemen, seperti Pemerintah, Penegak Hukum maupun pemerhati lingkungan untuk turun langsung ke lokasi tambang ini. Dan pihaknya siap untuk beragumentasi tentang ini agar apa yang menjadi kekawatiran ditengah masyarakat untuk kedepannya bisa teratasi secara musyawarah dan mufakat.

” Kita minta semua pihak yang berkepentingan dan memiliki kebijakan untuk dapat menindaklanjuti keluhan dari masyarakat bawah ini. Agar kedepannya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

” Pada intinya, kita bersuara untuk menjaga alam, terutama disepanjang bantaran aliran sungai, khususnya di Padang Palak, Jorong Pasar Ladang Panjang, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman. Degan begitu untuk kedepannya dapat mengantisipasi jangan sampai mengundang musibah bencana, bajir bandang, seperti yang telah terjadi saat ini di Sumbar, dan banyak menelan korban jiwa,” tutupnya.

Sementara, belum lama ini tim awak media ini dan berapa media lain turun investigasi langsung ke lokasi aktivitas tambang galian pasir dan batu sungai yang kabarnya milik CV Semoga Berkah tersebut. Kedatangan tim awak media sambil mengabadikan foto disekitaran kegiatan tambang yang sudah menjadi buah bibir kelompok masyarakat itu yang mengadukan sampai ke tim awak media.

Dalam penulusuran ke lapangan itu tim awak media bertemu dengan “On” yang mengaku adik dari Masrel (Serel) pemilik atau pengelola tambang ini. Dalam Pertemuan itu dia menyampaikan, kalau segala kekwatiran dan keresahan yang disampaikan oleh kelompok masyarakat itu merupakan sesuatu hal yang wajar. Tapi dikatakannya, masyarakat jangan sampai salah dalam tindakan.

” Pro dan kontra dari masyarakat itu hal biasa dalam rutinitas pertambangan ini. Tapi perlu diingat kita bekerja tentu sesuai dengan aturan dan tidak bertindak sembarangan, dan bahkan kita mengantongi izin lengkap yang setiap saat selalu dilakukan kajian dan evaluasi oleh pihak-pihak terkait,” ucap “On” dengan nada tenang.

Menanggapi konfirmasi tim awak media tentang aktifitas alat mesin Pemecah batu Stone Crusher yang berada tidak jauh dari lokasi tambang galian itu. Dikatakan, kalau hal itu saat ini masih tahap pekerjaan di lokasi.

” Belum ada beraktifitas, sekarang masih masa tahap pekerjaan dan benar kedepannya akan dioperasikan. Berharap masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu liar yang nanti dapat merugikan kita semua,” tutupnya.

Pewarta : Arif F.
Editor : Honest
Exit mobile version