Serang Banten lintastiga.com— Dewan Pers bersama Google dorong Penguatan Jurnalisme di Era AI melalui program Google News Initiative (GNI) menggelar acara khusus bertajuk Pembaruan GNI: Memberdayakan Ekosistem Berita. berlangsung di Holtel Aston,Honeycomb Room, Rate Kate, Serang, Banten, Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi forum penting untuk membahas masa depan jurnalisme di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan perilaku konsumsi media.
Acara tersebut dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, serta sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, praktisi media, dan perwakilan Google, antara lain Nezar Patria, Adeel Farhan, dan Yos Kusuma.
Dalam sambutannya, Komaruddin Hidayat menekankan pentingnya menjaga kualitas dan integritas jurnalisme di tengah derasnya arus teknologi digital. Ia menilai, platform digital seperti Google telah menjadi mitra penting bagi media dalam distribusi informasi, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru dalam ekosistem bisnis media dan produksi konten.
“Pertanyaan besarnya hari ini adalah, apakah jurnalis masih dibutuhkan ketika konten bisa diproduksi oleh AI? Sekarang, dari rekaman suara saja, teks bisa langsung menjadi berita, lengkap dengan berbagai insight dan produk turunan,” ungkapnya.
Meski demikian, Komaruddin menegaskan bahwa peran jurnalisme justru semakin krusial. Ia mengingatkan tentang maraknya konten sintetis atau konten buatan AI yang kini semakin mirip dengan konten asli.
Bagi masyarakat yang minim literasi media, kondisi ini berpotensi menimbulkan kekeliruan dan miss informasi.
“Ketika konten sintetis sudah sangat mirip dengan yang asli, publik bisa dengan mudah terkecoh. Di sinilah jurnalisme dibutuhkan: untuk melakukan verifikasi, memberi konteks, dan memastikan informasi yang sampai ke masyarakat benar serta bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dalam diskusi juga disinggung perubahan besar perilaku audiens yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui gawai dan platform digital, sementara konsumsi media konvensional seperti televisi dan cetak terus menurun. Kondisi ini menuntut media untuk beradaptasi tanpa mengorbankan kualitas jurnalistik.
Komaruddin mengibaratkan kualitas jurnalisme seperti matahari yang harus terus dijaga cahayanya. Menurutnya, sebesar apa pun perubahan teknologi, prinsip dasar jurnalisme, akurasi, verifikasi, dan etika, tidak boleh ditinggalkan.
Melalui kegiatan ini, Dewan Pers dan Google berharap terbangun dialog yang konstruktif untuk memperkuat ekosistem berita di Indonesia, sekaligus memastikan jurnalisme tetap mampu menghadirkan informasi yang benar, bermutu, dan berkualitas di era digital dan kecerdasan buatan.(N)
