Padang, Lintas Tiga ~ Malam di Kota Padang tidak selalu tenang. Ketika sebagian besar warga memilih mengunci pintu rumah dan berharap pagi segera tiba, ada seorang polisi yang justru mengenakan pakaian biasa, menyembunyikan identitasnya, lalu berjalan masuk ke lorong-lorong yang selama ini menjadi tempat persembunyian para pelaku kejahatan.
Namanya Aiptu Dafit Rico Dermawan. Namun bagi masyarakat Kota Padang, ia lebih dikenal dan akrab dipanggil “David Wewe”. Sebagian lagi menjulukinya “David Klewang”. sebuah sebutan yang lahir bukan karena pangkat atau jabatan, melainkan karena keberanian dan kegigihannya memburu pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat.
Julukan itu tidak pernah ia minta. Julukan itu tumbuh dari cerita-cerita warga yang menyaksikan sendiri bagaimana seorang polisi rela menyamar, mengejar, bahkan mempertaruhkan keselamatannya demi memastikan masyarakat dapat tidur lebih nyenyak.
Polisi yang Datang Lebih Cepat dari Ketakutan
Bagi Aiptu David, setiap laporan masyarakat bukan sekadar administrasi. Di balik setiap telepon yang berdering, ada seorang ibu yang kehilangan sepeda motor, seorang ayah yang cemas karena rumahnya dibobol maling, atau seorang anak yang menjadi korban tindak kriminal. Karena itu ia memegang satu prinsip sederhana yang menjadi napas setiap tugasnya Quick Response.
Respon cepat bukan hanya soal kecepatan bergerak. Lebih dari itu, ia percaya bahwa kehadiran polisi yang cepat dapat mengembalikan harapan masyarakat yang sedang merasa tidak berdaya. Prinsip inilah yang kemudian membangun kepercayaan publik kepada Tim Klewang Polresta Padang yang dipimpinnya. Bagi David, rasa aman adalah hak setiap warga.
Ketika Seragam Disimpan, Keberanian Tetap Menyala
Salah satu operasi yang paling banyak diperbincangkan publik adalah ketika ia menyamar sebagai seorang ustaz. Dengan pakaian sederhana dan penampilan yang sama sekali tidak menunjukkan dirinya sebagai anggota kepolisian.
David mendekati target operasi yang merupakan residivis kasus pencurian dan narkoba. Tidak ada sorot kamera, Tidak ada tepuk tangan, Yang ada hanyalah risiko.Salah satu kesalahan kecil dapat membahayakan diri maupun rekan-rekannya. Namun operasi itu berjalan sesuai rencana. Pelaku berhasil diamankan tanpa menimbulkan keresahan masyarakat.
Video dan kisah penyamaran tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Publik melihat sisi lain seorang polisi, bukan sekadar penegak hukum, tetapi sosok yang mampu beradaptasi, berpikir cepat, dan berani mengambil risiko demi keselamatan orang banyak. Di balik aksi yang terlihat dramatis itu, sesungguhnya terdapat latihan, pengalaman, ketelitian, dan tanggung jawab yang tidak pernah terlihat oleh kamera.
Berangkat dari Bawah, Tumbuh Bersama Kepercayaan
Tidak ada jalan pintas dalam perjalanan seorang Aiptu Dafit Rico Dermawan. Ia membangun reputasinya melalui kerja lapangan, bukan popularitas. Hari demi hari dilaluinya dengan patroli, menerima laporan masyarakat, mengejar pelaku kriminal, hingga menemui korban yang membutuhkan kepastian hukum.
Ia memahami bahwa kepercayaan masyarakat tidak dibangun lewat slogan. Kepercayaan lahir ketika polisi benar-benar hadir saat masyarakat membutuhkan. Itulah sebabnya masyarakat mengenalnya bukan hanya sebagai polisi yang tegas, tetapi juga pribadi yang mudah ditemui, mau mendengar, dan tidak membedakan siapa pun yang datang meminta pertolongan.
Wajah Humanis di Balik Ketegasan
Di balik karakter tegasnya saat memimpin operasi, David tetap seorang manusia biasa. Beliau menyadari bahwa setiap pelaku kejahatan yang ditangkap membawa cerita hidup yang berbeda. Namun empati tidak pernah mengurangi ketegasan.
Sebaliknya, empati membuatnya semakin memahami bahwa tugas polisi bukan hanya menangkap pelaku, tetapi juga menjaga agar lebih sedikit orang yang menjadi korban. Karena itulah setiap keberhasilan pengungkapan kasus baginya bukan sekadar angka statistik. Keberhasilan itu berarti ada keluarga yang kembali merasa aman. Ada anak-anak yang dapat bermain tanpa rasa takut. Ada masyarakat yang kembali percaya bahwa negara hadir melalui aparat penegak hukumnya.
Menjadi Harapan Baru Polisi Presisi
Dedikasi yang ditunjukkan Aiptu David membuat namanya dikenal jauh melampaui Kota Padang. Aksi-aksinya di lapangan, terutama pendekatan cepat terhadap laporan masyarakat dan berbagai operasi penangkapan, memperoleh perhatian luas.
Hal itu turut mengantarkan namanya masuk dalam jajaran kandidat untuk Hoegeng Awards 2026 pada kategori Polisi Berdedikasi, sebuah bentuk apresiasi terhadap rekam jejak pengabdian anggota Polri.
Terlepas dari hasil akhirnya, bagi banyak warga Padang, penghargaan terbesar sesungguhnya sudah lebih dulu diberikan oleh masyarakat. Itu terlihat dari rasa percaya yang terus tumbuh setiap kali mereka menghubungi polisi dengan keyakinan bahwa akan ada respons yang cepat.
Pengabdian yang Tidak Pernah Berhenti
Bagi sebagian orang, keberanian adalah berdiri di garis depan. Bagi Aiptu Dafit Rico Dermawan, keberanian adalah tetap memilih maju ketika ancaman sudah terlihat di depan mata. Ia tidak mengejar popularitas. Ia mengejar rasa aman bagi masyarakat.
Di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, sosok David Wewe menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik kepada kepolisian dibangun melalui tindakan nyata, konsistensi, dan keberanian untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan.
Mungkin karena itulah masyarakat tidak hanya mengenalnya sebagai Aiptu Dafit Rico Dermawan. Mereka mengenalnya sebagai David Wewe seorang pemburu kriminal dari Ranah Minang yang memilih mengabdikan hidupnya untuk memastikan orang lain dapat pulang ke rumah dengan rasa aman. Dan selama masih ada warga yang membutuhkan perlindungan, sepertinya langkahnya belum akan berhenti.
