Indeks

Bupati Safni Kukuhkan Kampung Siaga Bencana Sulam Naga, Perkuat Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana

Limapuluh Kota, Lintastiga.com-Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) Sulam Naga di Kecamatan Suliki yang dipimpin langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni.  Minggu (12/07/26)

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Pengukuhan KSB Sulam Naga berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti unsur pemerintah daerah, aparat kecamatan, perangkat nagari, relawan kebencanaan, serta masyarakat. Setelah prosesi pengukuhan, seluruh peserta mengikuti simulasi penanggulangan bencana sebagai bentuk latihan menghadapi kondisi darurat sekaligus menguji kesiapan koordinasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Bupati H. Safni menegaskan bahwa keberadaan Kampung Siaga Bencana bukan sekadar memenuhi program pemerintah, melainkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan terkecil, sehingga ketika bencana datang masyarakat tidak lagi panik, tetapi mampu bertindak cepat, tepat, dan terorganisir.

Ia mengatakan, Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan daerah yang memiliki karakteristik geografis dengan potensi berbagai jenis bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran. Oleh sebab itu, kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

“Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar setiap ancaman dapat dihadapi dengan kesiapan, kebersamaan, dan semangat gotong royong,” ujar Safni.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Sulam Naga untuk menjaga semangat kebersamaan yang telah dibangun melalui Kampung Siaga Bencana. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari kemampuan masyarakat dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan ketika menghadapi situasi darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota, Ir. Indra Suriani, menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan strategi pemerintah dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui edukasi, pelatihan, dan pembentukan relawan di tingkat nagari. Program ini diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya memahami potensi ancaman di wilayahnya, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan awal secara mandiri.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, relawan, lembaga penanggulangan bencana, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

“Kampung Siaga Bencana dibentuk agar masyarakat memiliki kemampuan mengenali risiko, menyusun rencana kesiapsiagaan, melakukan evakuasi secara mandiri, hingga memberikan pertolongan awal sebelum bantuan dari berbagai pihak tiba di lokasi,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana yang melibatkan masyarakat, relawan, BPBD, Basarnas, dan berbagai unsur terkait lainnya. Melalui simulasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur evakuasi, penyelamatan korban, komunikasi saat keadaan darurat, hingga koordinasi antarinstansi agar proses penanganan bencana dapat berlangsung secara cepat dan efektif.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Suliki, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, perwakilan Basarnas, unsur Forkopimca, perangkat nagari, tokoh masyarakat, relawan kebencanaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis partisipasi masyarakat.

Dengan dikukuhkannya Kampung Siaga Bencana Sulam Naga, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berharap akan lahir masyarakat yang semakin peduli terhadap upaya mitigasi bencana, mampu bertindak cepat dalam situasi darurat, serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.( Nia).

Exit mobile version