Indeks

Resahkan Warga, Tiga Remaja Diduga Angkat Ban Motor di Bukit Surungan Ditertibkan

PADANG PANJANG, Lintastiga.com — Aksi berbahaya sejumlah remaja yang diduga mengangkat ban depan sepeda motor di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, kembali memicu keresahan warga. Aktivitas tersebut dinilai mengancam keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Pada Selasa malam (13/10/2026), Pemuda Bukit Surungan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), serta ketua RT setempat turun melakukan penertiban. Dalam kegiatan itu, tiga remaja yang diduga terlibat diamankan untuk diberikan pembinaan.

Ketiganya masih di bawah umur, masing-masing berinisial A (16), R (15), dan Y (16). Mereka disebut berasal dari kawasan Kampung Manggis dan Pasar Usang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiganya merupakan pelajar salah satu SMA di Padang Panjang.

Penertiban dilakukan setelah warga berulang kali mengeluhkan aksi berkendara yang dinilai ugal-ugalan, termasuk mengangkat ban depan sepeda motor di jalan umum. Selain membahayakan diri sendiri, aksi tersebut berpotensi mencelakakan pengendara dan pejalan kaki yang melintas.

Sekolah Diminta Aktif Membina Siswa

Masyarakat Bukit Surungan meminta sekolah tingkat SMP dan SMA di Padang Panjang tidak tinggal diam. Pihak sekolah didorong memberikan imbauan, pengawasan, dan pembinaan kepada siswa agar tidak terlibat balap liar maupun aksi mengangkat ban depan sepeda motor.

Warga menilai, perilaku tersebut bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan tindakan yang dapat berujung pada kecelakaan serius. Karena itu, edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya setelah terjadi penertiban.

Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga menjadi perhatian sebagian warga. Perubahan pola belajar dikhawatirkan membuat sebagian pelajar memiliki lebih banyak waktu di luar rumah tanpa pengawasan yang memadai.

Namun, persoalan tersebut tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Orang tua, lingkungan masyarakat, dan pemerintah perlu memastikan waktu luang remaja diisi dengan kegiatan positif, produktif, dan aman.

Jalan Soekarno Hatta Bukan Arena Balap

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Surungan, Ready Kurniawan, mengingatkan para remaja agar tidak menjadikan Jalan Soekarno Hatta sebagai arena balap liar atau lokasi atraksi mengangkat ban depan sepeda motor.

Ia menegaskan, jalan umum memiliki fungsi untuk lalu lintas masyarakat, bukan tempat mempertontonkan aksi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan banyak orang.

Para remaja juga diminta menyampaikan pesan tersebut kepada teman-teman sebaya mereka. Kesadaran berlalu lintas harus dibangun sejak dini agar pelanggaran dan kecelakaan dapat dicegah.

Pemko Diminta Atur Penggunaan Fasilitas Umum

Ketua LPM Kelurahan Bukit Surungan, Sepziandri Gezano, bersama para ketua RT se-Kelurahan Bukit Surungan, meminta Pemerintah Kota Padang Panjang segera mencari solusi atas aktivitas nongkrong remaja di sejumlah fasilitas umum sepanjang Jalan Soekarno Hatta.

Mereka mengusulkan pengaturan jam penggunaan tempat duduk dan fasilitas umum pada malam hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah lokasi-lokasi tersebut berubah menjadi titik berkumpul yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Menurut warga, sejumlah tempat duduk di sepanjang jalan kerap dipadati anak-anak muda hingga malam. Pemerintah diminta mengambil langkah tegas namun tetap proporsional, dengan mempertimbangkan fungsi fasilitas umum dan hak masyarakat untuk menggunakannya.

Polisi Diminta Tindak Knalpot Brong

Ketua Karang Taruna Kelurahan Bukit Surungan, Robi SF., meminta kepolisian meningkatkan patroli malam serta menindak pengendara yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, termasuk knalpot brong.

Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan suara bising, tetapi juga perilaku pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi dan melakukan aksi mengangkat ban depan. Aktivitas tersebut disebut kerap terjadi pada malam hari dan mengganggu kenyamanan warga.

Robi berharap patroli dan penindakan dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika keluhan warga mencuat. Jalan Soekarno Hatta harus dipastikan tetap aman dan tidak berkembang menjadi lokasi balap liar.

Keresahan tersebut dinilai tidak hanya dirasakan warga Bukit Surungan, tetapi juga berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat Kota Padang Panjang secara umum.

Penertiban Harus Diikuti Langkah Berkelanjutan

Penertiban yang melibatkan pemuda, LPM, Karang Taruna, FKPM, Bhabinkamtibmas, dan ketua RT menunjukkan bahwa persoalan keselamatan berlalu lintas di kalangan remaja membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya. Pihak sekolah juga diharapkan memperkuat pendidikan karakter, disiplin, dan keselamatan berlalu lintas.

Pemerintah daerah dan kepolisian perlu menindaklanjuti keluhan warga melalui patroli rutin, pemantauan titik rawan, edukasi, serta penegakan aturan secara konsisten. Penanganan tidak boleh berhenti pada pembinaan sesaat setelah pelaku ditemukan.

Masyarakat berharap Jalan Soekarno Hatta kembali menjadi jalur yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, bukan arena balap liar atau tempat mempertontonkan aksi mengangkat ban depan sepeda motor. (Eko)

Exit mobile version