TANAH DATAR, Lintastiga.com -Nagari Jaho, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Kantor Wali Nagari setempat pada Kamis (03/09/2026).
Musrenbang ini digelar dalam rangka penetapan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027 dan Daftar Usulan (DU) RKP Tahun 2028.
Kegiatan dibuka resmi oleh Wali Nagari Jaho, Jonneidi Dt. Tumbijo, serta dihadiri Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, unsur Forkopimca, perwakilan Dinas Pertanian, BPRN, KAN, Niniak Mamak, hingga Bundo Kanduang.
Wadah Forum Rembuk Warga
Sekretaris Nagari Jaho, Rusydawati, S.Sos., menyampaikan bahwa Musrenbang berfungsi sebagai forum diskusi warga untuk mengidentifikasi masalah sekaligus potensi nagari secara terstruktur.
”Melalui forum ini, kita menyusun arah pembangunan yang jelas dan menentukan program skala prioritas agar potensi nagari dapat dimaksimalkan,” ujar Rusydawati.
Fokus pada Pertanian dan Wisata Religi
Dalam pemaparannya, Wali Nagari Jaho Jonneidi Dt. Tumbijo menegaskan komitmennya mewujudkan Nagari Jaho yang religius, berpendidikan, dan berbudaya.
Fokus utama pembangunan diarahkan pada penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Tak hanya itu, Jaho juga menyimpan potensi besar di bidang wisata alam dan religi.
”Nagari kita memiliki sejarah besar dengan keberadaan Pesantren dan Makam Syekh Muhammad Jaho, serta sumber air PDAM Tirta Alami Tanah Datar. Ini potensi unggulan yang akan terus dikembangkan,” jelas Wali Nagari.
Ia juga menambahkan pentingnya pembenahan SDM, pelestarian adat budaya, pemberdayaan ekonomi, hingga mewujudkan pemerintahan yang transparan berbasis teknologi informasi.
Di sisi lain, Wali Nagari menyinggung terkait rencana petaan proyek Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang terdeteksi melintasi kawasan dan lahan milik warga Nagari Jaho.
Meski sejauh ini pihak nagari belum dilibatkan secara resmi dalam musyawarah proyek tersebut, pemerintah nagari telah mengambil langkah proaktif melalui dialog internal.
”Kami sudah melakukan upaya musyawarah di tingkat nagari agar persoalan lahan ini tidak memicu gesekan atau simpang siur di tengah masyarakat,” tegasnya.
Camat X Koto, Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, mengimbau agar pemerintah nagari dan masyarakat semakin cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.
Hal ini menyusul adanya efisiensi alokasi transfer Dana Desa dari pemerintah pusat yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
”Penurunan alokasi dana dari pusat tentu berdampak pada cakupan program kerja nagari. Karena itu, forum Musrenbang ini menjadi sangat penting agar anggaran yang ada bisa digunakan tepat sasaran untuk kebutuhan mendesak masyarakat,” ungkap Camat X Koto.
Musrenbang berlangsung kondusif dan menghasilkan sejumlah usulan prioritas yang akan dikawal hingga Musrenbang tingkat kecamatan dan kabupaten. (JM)
