BUKITTINGGI, lintastiga.com – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kota Bukittinggi tahun ini terasa istimewa. Selain menjadi momentum refleksi diri bagi umat Islam, peringatan tersebut juga bertepatan dengan rangkaian perayaan 100 Tahun Jam Gadang, ikon kebanggaan masyarakat Bukittinggi yang telah berdiri selama satu abad.
Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Tabligh Akbar di Masjid Jami’ Tigo Baleh, Kamis (18/6/2026), yang dihadiri ratusan aparatur sipil negara (ASN) serta perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di kota tersebut.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam kali ini memiliki makna yang lebih mendalam karena bersamaan dengan peringatan satu abad Jam Gadang.
Menurutnya, kedua momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai agama dan budaya.
“Momentum Tahun Baru Islam tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan 100 Tahun Jam Gadang. Mari bersama-sama menyiapkan generasi gemilang yang memahami dan mengamalkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah,” ujar Ibnu Asis.
Ia menegaskan, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman agama dan adat sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tabligh akbar tersebut, tausiyah disampaikan oleh Alber Nasir. Ia menjelaskan bahwa Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momen untuk melakukan evaluasi diri dan memperkuat implementasi falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang telah menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
Menurut Alber Nasir, terdapat tiga kesadaran penting yang harus dimiliki umat Islam dalam menyambut Tahun Baru Hijriah. Salah satunya adalah kesadaran terhadap waktu. Ia mengingatkan bahwa waktu merupakan amanah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan agama.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap semangat Tahun Baru Islam dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang dapat menjadi energi baru bagi masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman, melestarikan budaya Minangkabau, serta mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.
Perpaduan antara semangat religius dan kebanggaan sejarah yang hadir dalam momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembentukan karakter generasi penerus yang berlandaskan iman, ilmu, dan budaya.(*)
