Bukittinggi, lintastiga.com- remaja berusia 14 tahun yang dilaporkan hilang sejak 23 September 2026 ditemukan meninggal dunia di kawasan Bukit Cangang, sekitar Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, Kamis (8/10/2026).
Remaja tersebut diketahui bernama Handika Pratama, warga Aur Kuning, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi.
Informasi mengenai penemuan korban kemudian ditindaklanjuti hingga proses identifikasi di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Pihak keluarga datang untuk mengenali jenazah yang ditemukan tersebut.
Kapolsek Kota Bukittinggi, Mazwanda, membenarkan identitas korban telah dipastikan melalui pengenalan oleh pihak keluarga.
“Identitasnya sudah dipastikan. Keluarga telah mengenali jenazahnya,” ujar Mazwanda, Kamis (8/10/2026).
Penyebab Kematian Masih Didalami
Handika sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak 23 September 2026. Setelah dilakukan pencarian, keberadaan korban belum diketahui hingga akhirnya ditemukan di kawasan Bukit Cangang pada Kamis.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi untuk proses identifikasi.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab maupun kronologi kematian korban secara lengkap. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut.
Informasi mengenai apa yang terjadi sejak korban meninggalkan rumah hingga ditemukan juga masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian karena korban merupakan anak yang sebelumnya dilaporkan hilang selama beberapa pekan.
Pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi penemuan, hasil pemeriksaan, serta penyebab kematian setelah proses penyelidikan dan pemeriksaan selesai.
Berita ini menggunakan informasi yang diberikan dari keterangan Kapolsek Kota Bukittinggi dan bahan awal yang tersedia. Detail mengenai penyebab kematian, waktu korban meninggal, serta kronologi selama korban dinyatakan hilang belum dicantumkan karena belum ada keterangan resmi. Mengingat korban masih berusia 14 tahun, pemberitaan sebaiknya menghindari detail yang dapat mengeksploitasi kondisi korban atau memperbesar kesedihan keluarga.(*)
