Kab. Agam, Lintas Tiga – PLTA Maninjau terus menunjukkan kepeduliannya dan prihatinnya terhadap masyarakat dilingkungan Salingka Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, yang mana sampai saat ini masih terus membuka secara bertahap pintu air bendungan (Dam) PLTA ke hiliran sungai di muko-muko untuk antisipasi debit air Danau Maninjau meningkat.
Keputusan bersama tokoh masyarakat itu awalnya disebabkan setelah meluapnya air danau Maninjau yang diakibatkan dari curah hujan tinggi dan banjir bandang melanda daerah itu sejak bulan November 2025, dan bahkan air danau sebelumnya sudah meluap sampai menggenangi masuk kerumah warga, mesjid dan lahan pertanian warga sekitaran danau.
Setelah kembali dilakukan pengontrolan bersama dari berapa tokoh masyarakat, Leader Pemeliharaan PLTA Maninjau Ahmad Afandi, dan yang juga langsung turun ke lokasi bendungan ALBER, S.IP Anggota DPRD Agam Fraksi Demokrat, dan bahkan ikut menyaksikan Walinagari Koto Malintang Hendra Yanto, Senin (12/1/26), pintu air dibuka sudah diangka 155 sentimeter, jauh melebihi batas maksimal dari kesepakatan awal.
Dalam wawancara dengan awak media Ahmad Afandi selaku Leader Pemeliharaan PLTA Maninjau menjelaskan bahwa pasca bencana banjir bandang dan curah hujan tinggi yang melanda wilayah Salingka Danau Maninjau sejak November 2025 telah menyebabkan elevasi danau sempat meningkat hingga 464,15 mdpl.
Alhasil kata Ahmad Alfandi, kondisi elevasi danau tersebut kini sudah mulai berangsur berada diangka 463,99 mdpl yang menurutnya telah berada didalam kondisi normal. Dikatakan, Dari hasil kesepakatan awal, disetujui pembukaan pintu bawah setinggi 15 sentimeter dan pintu atas 30 sentimeter, dengan batas maksimal pembukaannya 45 sentimeter.
” Pihak PLTA sebelumnya telah melakukan musyawarah bersama pemuka adat dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi penurunan elevasi air danau agar tidak berdampak pada warga di kawasan salingka danau. Sehingga saat ini pembukaan pintu air sudah mencapai 155 sentimeter dan air sudah mulai berangsur berkurang dari sebelumnya,” ungkapnya dilokasi bedungan PLTA Senin (12/1/26).
Lebih lanjut dia menyampaikan kalau semua keputusan dalam pembukaan pintu air bendungan sampai batas maksimal kesepakatan, sudah dikaji dan dilakukan secara bertahap dan perlahan, mengingat jangan sampai terjadi setelah ini dampaknya disepanjang hiliran sungai.
” Jika pintu air dibuka dengan langsung terlalu besar, dikhawatirkan akan menimbulkan banjir di daerah hiliran sungai yang bisa saja berdampak sampai ke Lubuk Basung dan Tiku. Jadi Kita sangat kawatir dan selalu bertindak hati-hati, makanya dibuka perlahan,” ucapnya.
Seterusnya, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pembukaan pintu air dengan bertahap untuk lebih menurunkan level elevasi air danau yang belum begitu normal dari yang biasanya. ” Agar debit air di Salingka Danau bisa seperti biasa, dan kondisi dapat kembali normal, kita selalu melakukan pengontrolan bersama tokoh masyarakat atas tindakan pembukaan pintu air ini,” tambahnya.
Sementara, ALBER, S.IP Anggota DPRD Kabupaten Agam disela-sela rapat kerja Komisi II dengan OPD terkait mengenai gerak cepat penaggulangan bencana di Kabupaten Agam, menyempatkan diri hadir melihat langsung kondisi terbaru kelokasi yang tercatat sudah diangka 155 sentimeter dalam pembukaan pintu air bendungan PLTA Maninjau Senin, (12/1/25) siang.
Dikatakan ALBER, kalau sejak awal tingginya debit air danau Maninjau, dia bersama tokoh masyarakat Salingka Danau Maninjau sudah melakukan upaya dalam mencarikan solusi dan kata mufakat dengan pihak PLTA Maninjau, supaya pintu air bendungan tersebut bisa dibuka untuk mengurangi luapan debit air yang saat itu sudah mulai berdampak luas bagi kehidupan masyarakat Salingka Danau Maninjau.
” Alhamdulillah, semuanya berkat kerjasama antara tokoh masyarakat, Pemerintah Nagari, dan PLN PLTA Maninjau untuk pembukaan pintu air telah sepakat dilakukan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan kondisi hulu dan hilir, sehingga kini kondisi air danau Maninjau sudah berangsur mulai menyusut,” ungkap Politisi Demokrat yang terpantau selalu ada ditengah masyarakat saat bencana alam longsor dan banjir bandang melanda khususnya wilayah Maninjau sejak November 2025.
Selanjutnya, ALBER, S.IP yang juga saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II Fraksi Demokrat Agam ini mengapresiasi Managemen PLN PLTA Maninjau yang menurutnya selama ini cepat merespon dalam menanggapi keluhan dari masyarakat Salingka Danau Maninjau.
Disampaikan, kalau pihaknya bersama tokoh masyarakat lainnya juga sudah diberikan akses ke lokasi pintu air bendungan oleh pihak PLTA untuk bersama-sama dapat menyaksikan langsung saat pembukaan pintu air dimaksud.
” Kita bersyukur sampai saat ini setelah pembukaan pintu air secara bertahap dan sudah melebihi batas normal pembukaannya tidak menimbulkan dampak banjir di wilayah hilir sungai seperti di Lubuk Basung, dan Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara,” katanya.
Lebih lanjut diakhir pembicaraannya, dia berharap kedepannya hal yang serupa tidak terjadi lagi, dan semoga musibah yang saat ini melanda wilayah kabupaten Agam, khususnya di Maninjau cepat berlalu, dan segera pulih bangkit bersama dari pasca bencana ini.
Bersamaan, Hendra Yanto Wali Nagari Koto Malintang yang ikut menyaksikan langsung pembukaan pintu Dam PLTA Maninjau sudah diangka 155 sentimeter menyampaikan bahwa kondisi air danau Maninjau saat ini sudah berangsur mulai berkurang.
Menurutnya, kalau yang sebelumnya telah berdampakkan puluhan rumah warga dan lahan pertanian masyarakat digenangi luapan air dari danau Maninjau.
” Di Nagari Koto Malintang tercatat sebanyak 72 unit rumah serta beberapa lahan pertanian di kawasan salingka danau terdampak genangan air, dan kini kondisi masyarakat sudah mulai berangsur membaik walaupun ketika hujan turun masyarakat masih merasa kawatir dengan bencana susulan,” pungkasnya mengakhiri.
